Data merupakan representasi fakta dunia nyata yang mewakili suatu objek yang direkam dalam bentuk angka, huruf, simbol, teks, gambar, bunyi, atau kombinasinya. Data merupakan material mentah yang akan diolah menjadi sebuah informasi. Tanpa melalui pemrosesan terlebih dahulu, maka data tidak akan memiliki arti.
Di era yang serba digital ini, manusia berinteraksi dengan beragam data yang juga bersifat digital. Oleh karena itu, kita memerlukan suatu wadah atau media yang digunakan untuk menyimpan data tersebut. Untuk selanjutnya, data yang sudah tersimpan dengan baik dapat digunakan kembali.
Sebagai contoh, data nomor telepon seorang teman yang kita simpan di telepon seluler dapat kita panggil sewaktu-waktu dengan mudah, atau bahkan kita share ke teman lain.
Penyimpanan data, berasal dari bahasa Inggris “data storage” sering disebut sebagai memori komputer, merujuk kepada komponen komputer, perangkat komputer, dan media perekaman yang menyediakan data digital yang digunakan untuk beberapa interval waktu. Penyimpanan data menyediakan salah satu tiga fungsi inti dari komputer modern, yakni mempertahankan
informasi. Pada dasarnya, ada tiga komponen fundamental yang terdapat di dalam komputer mikro (komputer desktop, laptop, netbook, personal digital assistant/PDA, komputer tablet, dan smartphone), yaitu Central Processing Unit (CPU), penyimpanan data (memori), dan modul-modul input/output.
Di Indonesia masih ditemui adanya beberapa instansi yang belum terlalu memperhatikan pengelolaan arsip khususnya arsip elektronik, sehingga produk yang dihasilkan sebagian besar masih berupa arsip jenis kertas. Hal ini berakibat pada banyaknya volume arsip kertas yang menimbulkan berbagai masalah terkait dengan tempat penyimpanan, biaya pemeliharaan, tenaga pengelola, fasilitas, ataupun faktor lain yang bisa menyebabkan kerusakan arsip. Sehingga untuk mengelola arsip kertas pada dasarnya justru membutuhkan tenaga dan biaya yang tinggi. Munculnya teknologi informasi dan komunikasi dalam bentuk media komputer juga menjadi alasan mengapa arsip harus dikelola secara elektronik. Dengan adanya media elektronik seperti komputer, proses pengelolaan dan pengurusan arsip akan menjadi lebih mudah dan tidak akan memakan waktu lama sehingga dapat memudahkan dalam proses penemuan kembali.
Puskesmas Kemusu dituntut untuk mengikuti perkembangan zaman, di era serba elektronik ini Puskesmas Kemusu memanfaatkan penyimpanan elektronik dari google yaitu gmail. Dengan menggunakan gmail, Puskesmas Kemusu dapat mengakses google drive, spreadsheet, google form dan yang lainnya yang dapat dimanfaatkan dalam penyimpanan data.
Untuk mengumpulkan dan menyediakan data serta mempermudah dalam pencarian data yang disediakan secara elektronik.
Semua data tersimpan dan dapat diakses dengan mudah oleh semua pegawai puskesmas.
Data dapat diakses dengan mudah oleh semua pegawai puskesmas,