Inovasi berupa Barcode Koleksi Tanamanan dan Taman Tematik awalnya dicetuskan sebagai upaya memaksimalkan pelayanan publik berupa penyedian informasi yang lebih lengkap kepada pengunjung. Awalnya, keterangan setiap jenis koleksi tanaman dan Taman Tematik di Kebun Raya Indrokilo Boyolali disajikan melalui papan informasi yang diletakkan dekatnya. Sebagai media, papan informasi memiliki ruang yang terbatas dalam memuat informasi terkait koleksi tanaman dan keterangan Taman Tematik. Sehingga dibutuhkan media yang lebih luas lagi guna menampung banyaknya informasi mengenai koleksi tanaman dan Taman Tematik. Akan tetapi jika diwujudkan dalam bentuk leaflet atau buku tentu tidak akan efektif dan tidak awet karena diletakkan di luar ruangan. Sehingga pengelola memiliki solusi yaitu dengan memanfaatkan perkembangan teknologi digital berupa QR barcode. Penggunjung bisa scan barcode yang disediakan pada koleksi tanaman dan Taman Tematik untuk mendapatkan informasi yang lebih detail dibandingkan dengan yang ada di papan informasi. Pengunjung juga bisa menggunakan gawai mereka sendiri dalam akses informasi dengan barcode, sehingga lebih nyaman. Oleh karena itu,
penggunaan teknologi barcode terus dikembangkan dan disempurnakan guna meningkatkan pelayanan kepada pengunjung.
Berikut beberapa tahap pengembangan teknologi barcoding pada koleksi tanaman dan Taman Tematik di Kebun Raya Indrokilo Boyolali:
· Pertama, barcode diaplikasikan pada koleksi tanaman KRIB untuk menampilkan informasi yang lebih lengkap mengenai suatu jenis spesies tanaman yang tidak dapat ditampilkan dalam papan informasi yang dipasang.
· Kedua, pengelola mendapatkan bahwa dari hasil evaluasi dan adanya respon positif terkait penggunaan barcode tanaman, memunculkan ide untuk mengaplikasikan barcode pada fasilitas lain di KRIB. Barcode kemudian diaplikasikan juga pada Taman Tematik dan atraksi yang ada didalamnya guna menampilkan berbagai informasi mengenai penjelasan masing-masing Taman Tematik tersebut.
· Ketiga, muncul pandemi covid-19 yang membuat pengelola KRIB harus membuat berbagai penyesuaian guna menyongsong new normal. Pengelola memiliki pendapat bahwa penggunaan teknologi barcode bisa menjadi salah satu solusi guna mencegah penularan covid-19. Dengan memperbesar ukuran barcode, pengunjung tidak harus berdekatan atau berkerumun saat melakukan scan barcode dan bisa langsung menjauh karena informasi mengenai koleksi tanaman dan Taman Tematik bisa dibaca di Gawai masing-masing. Hal ini tentu sejalan dengan protokol Kesehatan, dimana tidak boleh menciptkan kerumunan dan harus menjaga jarak.
· Keempat, pengelola menyadari bahwa saat ini masyarakat cenderung lebih suka mencari informasi dengan menggunakan platform media sosial. Dari sekian media social yang diakses, masyarakat menyukai media yang menggabungkan antara video dan audio seperti youtube, tik-tok, twitter, Instagram, dll. Oleh karena itu, pengelola KRIB membuat video terkait penjelasan mengenai koleksi tanaman dan Taman Tematik. Video tersebut kemudian di up load dan kemudian disambungkan (link) dengan barcode pada koleksi tanaman dan Taman Tematik di KRIB. Sehingga pada saat melakukan scan barcode koleksi tanaman dan Taman Tematik, pengunjung bisa memilih berupa tampilan tulisan atau penjelasan melalui video.
· Kelima, dikarenakan evaluasi penggunaan video menghasilkan respon yang positif, pada akhir tahun 2021 tepatnya bulan November 2021 pengelola mulai menyusun materi untuk pembaharuan inovasi. Pengelola membuat video link barcode dalam 2 bahasa yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa inggris. Desember tahun 2021 pembaharuan mulai diuji cobakan pada beebrapa icon yang ada di Kebun Raya Indrokilo dan pada Bulan Januari 2022 pengelola secara resmi menerapkan inovasi ini di Kebun Raya Indrokilo Boyolali. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan layanan publik karena pengunjung KRIB tidak hanya wisatawan dalam negeri, melainkan juga dari luar negeri.
Inovasi berupa penambahan media informasi berbahasa inggris ini diharapkan dapat semakin mengakomodir kebutuhan dari pengunjung Kebun Raya Indrokilo. Semua persiapan bahan dan materi seperti pembuatan naskah, pemilihan actor/aktris, pengambilan gambar, editing yang mulai bulan November 2021 dapat diselesaikan sesuai targer waktu yang telah ditentukan. Sehingga pada awal bulan Desember 2021 inovasi ini diujicobakan pada beberapa lokasi/icon yang ada di Kebun Raya Indrokilo. Berdasarkan tanggapan dan evaluasi yang dilakukan selama masa uji coba hingga akhir bulan Desember 2021, pengelola memutuskan untuk mulai mengimplementasikan inovasi pada lokasi/icon dan tanaman koleksi yang ada di kebun Raya Indrokilo. Sehingga pada awal Bulan Januari 2022, inovasi berupa link barcode berupa video berbahasa Inggris resmi dipergunakan di inovasi DIK KRIBO (Digitalisasi Icon dan Koleksi Kebun Raya Indrokilo Boyolali).
Mampu menampilkan informasi yang lebih lengkap dibandingkan dengan penggunaan papan informasi konvensional dengan papan kayu, besi atau kertas.
· Mengoptimalkan teknologi digital dan mengurangi penggunaan barang habis pakai seperti besi, papan kayu dan kertas.
· Bentuk adaptasi new normal pandemi covid-19 dimana barcode yang diperbesar bisa memungkinkan mengatur jarak antar pengunjung dan mencegah kerumunan.
· Penambahan fitur video tentang koleksi tanaman dan Taman Tematik pada barcode akan menambah pilihan bagi pengunjung dalam mengakses informasi.
· Penambahan fitur multilingual berupa video dalam Bahasa Indonesia dan Inggris diharapkan bisa mengakomodir pengunjung dari nusantara dan mancanegara
Penyampaian keterangan atau informasi mengenai koleksi tanaman dan Taman Tematik bisa lebih lengkap dan informatif. Hal ini karena barcode bisa dihubungkan (link) dengan media berupa leaflet, poster, makalah, dll. Sehingga bisa memuat informasi yang lebih banyak dibandingkan menggunakan papan informasi yang medianya terbatas.arcode tidak membutuhkan banyak biaya dalam pembuatan medianya, dibandingkan dengan pembuatan papan informasi yang membutuhkan media seperti besi, kayu, kertas, dll.
· Barcode bisa menjadi solusi penerapan protokol Kesehatan dalam rangka new normal pandemi covid-19. Barcode bisa mengatur jarak antar pengunjung dan menghindari adanya kerumunan melalui cara memperbesar tampilan barcode sehingga pengunjung bisa melakukan scan dari jarak yang jauh, sehingga bisa menjaga jarak aman antar pengunjung.
Informasi yang di scan dari barcode bisa diakses melalui gawai masing-masing pengunjung, sehingga pengunjung tidak perlu berkerumun di depan papan informasi untuk mengakses
informasi mengenai koleksi tanaman dan Taman Tematik.
· Pengunjung bisa memilih alternatif media penyampaian informasi pada saat scan barcode
koleksi tanaman dan Taman Tematik di KRIB. Penggunjung bisa memilih tampilan berupa leaflet atau dalam bentuk video yang keduanya sama-sama menerangkan mengenai koleksi tanaman dan keterangan Taman Termatik di KRIB.
· Pengunjung juga memiliki alternatif bahasa yang dipakai, karena pengelola KRIB menyediakan informasi dan video dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa inggris
Hasil inovasi daerah yang berhasil diaplikasikan dalam mendukung pengelolaan Kebun Raya Indrokilo Boyolali adalah penggunaan barcode untuk menampilkan informasi koleksi tanaman dan keterangan Taman Tematik yang berada di Kebun Raya Indrokilo Boyolali. Barcode mampu menampilkan informasi yang lebih lengkap dibandingkan papan informasi konvensional yang terbuat dari papan kayu, besi atau kertas. Pada masa pandemi covid-19, penggunaan barcode bisa digunakan untuk menjaga jarak antar pengunjung dan mengurangi kerumunan dengan cara memperbesar ukuran tanda barcode sehingga pengunjung bisa melakukan scan tanda barcode dari jarak yang jauh. Pengelola KRIB juga memasukkan video penjelasan koleksi tanaman dan informasi mengenai Taman Tematik KRIB melalui barcode sehingga memberikan alternatif kepada pengunjung dalam memilih media penyampaian informasi. Informasi dan video tentang koleksi tanaman dan Taman Tematik yang terdapat dalam barcode dibuat dalam 2 bahasa yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa inggris sehingga bisa mengakomodir pengunjung yang berasal dari dalam dan luar negeri.