A. Dasar Hukum
Inovasi Media Pembelajaran Kereta Domitika (Domino Matematika) yang dikembangkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran agar terciptanya SDM yang unggul. Dasar hukum inovasi ini adalah :
1) Peraturan Daerah Kabupaten Boyolali No. 17 Tahun 2021 tentang Inovasi Daerah
2) SE Sekretaris Daerah No 04553 Tahun 2023 tentang Implementasi Surat Edaran Bupati Nomor 2368 Tahun 2023 tentang Budaya Inovasi di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Boyolali
3) SE Bupati No 2368 Tahun 2023 tentang Budaya Inovasi di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Boyolali
B. Permasalahan
Dinamika perpustakaan terus berubah mengalami berbagai inovasi dan terus merambah pada berbagai aspek kehidupan masyarakat. Modernisasi perpustakaan juga telah diadopsi dalam Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakan Bab V pasal 14 ayat 3, bahwa setiap perpustakaan mengembangkan layanan perpustakaan sesuai kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Perpustakaan sebagai institusi pengelola informasi, dituntut agar memiliki standar kinerja tinggi, meningkatkan kualitas layanannya dan senantiasa menyesuaikan dengan perkembangan teknologi informasi terkini serta kebutuhan masyarakat di era digitalisasi dan globalisasi informasi sehingga layanan perpustakaan diarahkan pada pembangunan perpustakaan digital (digital library). Tanpa kemampuan membangun dan mengembangkan layanan perpustakaan ke arah digital library, perpustakaan kurang memiliki daya saing dan tidak dapat optimal dalam memberikan pelayanan, sehingga lambat laun akan segera ditinggalkan pemustakanya. Pemustaka dari berbagai jenis kalangan masyarakat senantiasa memerlukan informasi yang beragam dan kompleks.
Penyediaan informasi secara cepat, tepat dan akurat hanya dapat diwujudkan dengan menerapkan teknologi informasi dan komunikasi di perpustakaan, terutama untuk kegiatan “house keeping” atau pekerjaan rutin perpustakaan, seperti pengadaan, pengolahan dan pelayanan pada pemustaka. Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi di perpustakaan, diperlukan perencanaan strategis yang matang dan dukungan infrastruktur teknologi.
Perpustakaan konvensional, hybrid dan digital merupakan akibat yang ditimbulkan dari perkembangan teknologi dan informasi. Perpustakaa konvensional yang semula masih dikelola secara manual dan koleksinya masih berupa buku-buku atau bahan tercetak lambat laun berubah menjadi perpustakaan hybrid yang sebagian koleksinya merupakan gabungan antara bahan tercetak dan bahan pustaka digital. Perpustakan digital memiliki keunggulan dalam kecepatan pengaksesan informasi karena berorientasi ke data digital dan media jaringan komputer atau internet. Teknologi informasi juga merupakan kombinasi teknologi komputer untuk pengadaan, mengolah dan mendayagunakan informasi untuk melakukan transmisi (dissemination of information).
Aplikasi Teknologi Informasi dan komunikasi di perpustakaan digunakan untuk memenuhi kebutuhan berbagai pihak, yakni pustakawan, tenaga teknis perpustakaan, maupun pemustaka yang memerlukan informasi yang beragam dan kompleks serta menuntut kecepataan, ketepatan dan keakuratan dalam pelayanannya. Untuk memenuhi kebutuhan pemustaka tersebut, tenaga perpustakaan diharapkan memiliki kemampuan dalam hal menyediakan, mengolah dan memberikan layanan informasi yang dibutuhkan pemustaka dalam berbagai bentuk dan medianya secara professional tentunya dengan menerapkan teknologi informasi dan komunikasi yang mampu mengoptimalkan pemanfaatan informasi, mulai dari pengadaan, pengolahan, temu kembali dan penyebaran informasi.
Penerapan teknologi informasi di perpustakaan biasa disebut dengan otomasi yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja pengelola perpustakaan untuk peningkatan kualitas layanan perpustakaan. Setiap perpustakaan memerlukan sistem informasi yang computerized untuk menunjang pelayanan kepada pengguna. Penerapan teknologi informasi di perpustakaan dimaksudkan untuk memudahkan pekerjaan yang ada di perpustakaan, mulai dari pengadaan, sirkulasi, pengkatalogan, dan keperluan administratif perpustakaan. Otomasi perpustakaan merupakan penerapan perkembangan teknologi informasi dalam dunia perpustakan untuk meningkatkan pelayanan perpustakaan secara cepat dan tepat.
C. Isu Startegis
Hadirnya sistem otomasi ini membuat perpustakaan mampu meningkatkan layanan dengan efisien dan efektif, dan membantu pengguna perpustakaan dalam menemukan koleksi, melakukan peminjaman dan pengembalian, mengakses dan memperoleh koleksi digital (electronic resources) dengan mudah dan cepat.
D. Metode Pembaruan
Sebelum diterapkan inovasi Program Otomasi Perpustakaan Cakrawala Pustaka (Perpustakaan SMP Negeri 5 Boyolali) semua kegiatan yang berkaitan dengan perpustakaan dilakukan secara konvensional atau tertulis. Pustakawan terkendala dalam mendata koleksi buku yang ada di perpustakaan. Pustakawan juga sulit untuk mendeteksi keberadaan koleksi tersebut karena pembukuan pengunjung, peminjaman buku, dan pengembalian buku masih dilakukan secara konvensional.
Setelah diterapkannya inovasi Program Otomasi Perpustakaan Cakrawala Pustaka, menggunakan aplikasi INLISLite membuat kinerja perpustakaan lebih mudah, cepat dan akurat, sehingga pelayanan yang diberikan menjadi lebih optimal.
E. Keunggulan/Kebaharuan
Otomasi perpustakaan, atau lebih tepatnya sistem otomasi perpustakaan (library automation system) adalah seperangkat aplikasi komputer untuk kegiatan di perpustakaan yang terutama bercirikan penggunaan pangkalan data ukuran besar, dengan kandungan cantuman tekstual yang dominan, dan dengan fasilitas utama dalam hal menyimpan, menemukan dan menyajikan informasi. Selain data bibliografi, sistem otomasi perpustakaan berurusan pula dengan berbagai data lainnya, namun pada dasarnya semua data itu terstruktur dan terutama diperlukan untuk kegiatan transaksi dan pencatatan. Jadi otomasi perpustakaan tidak hanya sekedar penggunaan komputer dalam kegiatan operasional perpustakaan, tapi lebih dari itu, mensyaratkan adanya aplikasi pangkalan data.
Hadirnya sistem otomasi ini membuat perpustakaan mampu meningkatkan layanan dengan efisien dan efektif, dan membantu pengguna perpustakaan dalam menemukan koleksi, melakukan peminjaman dan pengembalian, mengakses dan memperoleh koleksi digital (electronic resources) dengan mudah dan cepat.
F. Cara Kerja Inovasi
Dalam rangka mendukung terlaksananya program otomasi perpustakaan Cakrawala Pustaka, maka SMP Negeri 5 Boyolali telah mempersiapkan beberapa hal, salah satunya adalah hardware (perangkat keras). Hardware tersebut meliputi: server, computer client, mesin scanner, barcode reader, printer, dan peralatan jaringan seperti kabel/wireless, hub, modem, dan lain-lain.
Selain hardware, software juga diperlukan dalam program otomasi perpustakaan. Software (perangkat lunak) otomasi perpustakaan adalah sebuah program aplikasi yang memuat semua sistem kerja/fungsi yang ada di perpustakaan. Biasanya sistem otomasi perpustakaan memuat modul-modul fungsi/pekerjaan di perpustakaan, yaitu: fungsi pengadaan, fungsi pengolahan, fungsi sirkulasi, fungsi katalog/OPAC, fungsi pelaporan, dan fungsi administrasi.
Aplikasi yang digunakan Perpustakaan Cakrawala Pustaka adalah INLISLite. Sebelum diterapkan aplikasi INLISLite, Perpustakaan Cakrawala Pustaka masih menggunakan sistem konvensional. Kemudian, pada tahun 2023 diganti dengan otomasi menggunakan aplikasi INLISLite untuk pertama kalinya. Aplikasi INLISLite adalah suatu aplikasi yang mempermudah sistem kerja dari perpustakaan. Aplikasi ini dapat mempermudah kerja dari suatu perpustakaan, karena adanya aplikasi INLISLite ini, maka kinerja perpustakaan lebih mudah, cepat dan akurat, sehingga pengguna lebih cepat dalam penelusuran informasi. INLISLite versi 3 merupakan pengembangan lanjutan dari perangkat lunak (software) aplikasi otomasi perpustakaan INLISLite versi 2.1.2 yang dibangun dan dikembangkan oleh Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas RI) sejak tahun 2011. Seperti data yang diatas, sebelumnya perpustakaan ini masih menggunakan sistem konvensional. Sedangkan saat ini Perpustakaan Cakrawala Pustaka SMP Negeri 5 Boyolali menggunakan penerapan Aplikasi INLISLite V.3.2. Berikut uraian mengenai penerapan dan sistem kerja aplikasi INLISLite V.3.2
1) Memulai Aplikasi
Sebelum mulai menggunakan aplikasi, pastikan aplikasi INLISLite sudah terinstal atau terpasang pada prangkat kerja komputer.
2) Pengadaan Koleksi (Akuisisi)
Pada prinsipnya pengadaan koleksi (akuisisi) di perpustakaan merupakan salah satu bagian dari pekerjaan perpustakaan yang mempunyai tugas mengadakan dan mengembangkan koleksi-koleksi yang menghimpun informasi dalam segala macam bentuk, seperti buku, majalah, brosur, tukar menukar maupun pembelian. Dengan demikian, dalam pengadaaan (akuisisi) mengusahan koleksi- koleksi yang belum dimiliki perpustakaan atau menambah (duplikasi) koleksi yang jumlahnya masih sedikit.
Pada aplikasi INLISLite, koleksi yang ada di perpustakaan harus melalui proses akuisisi terlebih dahulu. Proses akuisisi ini dilakukan dari hasil pengadaan perpustakaan sendiri yang berasal dari berbagai macam sumber, misalnya dengan pembelian, hadiah/sumbangan, kerjasama/tukar-menukar dan lain-lain. Menu-menu yang terdapat pada Akuisisi, yaitu :
a) Daftar Nama Sumber Perolehan
b) Entri Koleksi
c) Entri Koleksi (RDA)
d) Daftar Koleksi
e) Jilid Koleksi
f) Kardeks Terbitan Berkala
g) Daftar Usulan Koleksi
h) Import Data dari Excel
i) Keranjang Koleksi
j) Karantina Koleksi
3) Katalog
Katalog adalah daftar koleksi perpustakaan. Katalog merupakan kumpulan koleksi yang sudah masuk kedalam perpustakaan. Katalog bisa disusun berdasarkan alfabetis nama pengarang, judul, nama penerbit dan lain – lain tergantung pustakawan di perpustakaan masing-masing. Sedangkan katalogisasi adalah kegiatan atau proses pembuatan wakil ringkas dari bahan pustaka atau dokumen (buku, majalah, CD-ROM, mikrofilm, dll.)
Pada aplikasi INLISLite, setelah proses Akuisisi selesai dilakukan, tahap selanjutnya melakukan proses katalog pada bahan pustaka. Sama halnya seperti pada tahapan akuisisi, yaitu memasukan data atau sumber buku yang berguna untuk mempermudah dalam penelusuran kembali atau retrival. Sub Menu yang terdapat pada Katalog, yaitu:
a) Entri Katalog
b) Entri Katalog ( RDA)
c) Salin Katalog
d) Daftar Katalog
e) Export Data Katalog
f) Daftar Konten Digital
g) Keranjang Katalog
h) Karantina Katalog
4) Keanggotaan
Keanggotaan adalah proses untuk melakukan pendaftaran menjadi anggota perpustakaan. Pada saat entri aggota menampilkan jenis anggota, fakultas, jurusan dan program studi dan lain lain. Keunggulan INLISLite ini, pustakawan bisa melakukan entri anggota tanpa harus login melalui aplikasi, karena INLISLite menyediakan template/contoh format yang bisa di buka melalui Ms.Excel. Sub menu yang terdapat pada Keanggotaan, yaitu :
a) Entri Anggota
b) Daftar Angota
c) Import Data dari Excel
d) Daftar Sumbangan
e) Daftar Perpanjangan
f) Keranjang Anggota
5) Sirkulasi
Sikulasi merupakan layanan peminjaman dan pengembalian koleksi di perpustakaan.. Pada INLISLite V.3 juga menyediakan sirkulasi. Selain itu telah disediakan sirkulasi secara mandiri, sehingga pemustaka bisa meminjan dan mengembalikan koleksi secara mandiri tanpa bantuan pustakawan, dengan syarat sudah terdaftar sebagai anggota perpustakaan tersebut. Sub menu pada sirkulasi, yaitu :
a) Entri Peminjaman
b) Entri Peminjaman Susulan
c) Daftar Koleksi Dipesan
d) Daftar Peminjaman
e) Entri Perpanjangan
f) Daftar Perpanjangan
g) Entri Pengembalian
h) Entri Pengembalian Susulan
i) Entri Pengembalian Gabungan
j) Daftar Pengembalian
k) Stock Opname
l) Data Pelanggaran
6) Buku Tamu
Pada data buku tamu/laporan pengunjung ini kita bisa melihat dengan otomotis dan dengan sendirinya dapat melihat brapa pengunjung yang datang perhari, perbulan hingga pertahun. Ada 2 jenis tamu di sediakan, yaitu : anggota dan non-anggota.
7) Rombongan Online Public Access Catalog (OPAC)
Setelah semua koleksi di entri ke dalam aplikasi. Maka bagi pemustaka yang ingin mencari ketersedian koleksi bisa dicari melalui OPAC (Online Public Acess Catalog). Ada 3 jenis pencarian yang disediakan OPAC, yaitu:
a) Riwayat Pencarian Sederhana
b) Riwayat Pencarian Browse
c) Riwayat pencarian Lanjut
8) Survey
Dengan adanya sistem survey kita bisa melihat seberapa besar dampak aplikasi INLISlite terhadap pemustaka dalam mencari informasi yang ada pada perpustakaan SMP Negeri 5 Boyolali. Apakah berdampak positif atau berguna bagi pengunjung atau sebaliknya apakah program InlisLite ini tidak berdampak bagi pengunjung/ pengguna dalam mencari informasi yang ada di Cakrawala Pustaka.
Otomasi perpustakaan dibangun dengan tujuan:
a. Memaksimalkan pemanfaatan perpustakaan untuk kepentingan pembelajaran, pengajaran dan penelitian di sekolah
b. Menciptakan sumber pembelajaran, pengajaran dan penelitian yang lebih kondusif dan komprehensif
c. Mengintegrasikan seluruh sumber pengetahuan yang berkenaan dengan pengajaran, pembelajaran dan penelitian, seperti buku, artikel, laporan penelitian, karya ilmiah, makalah, bank soal (soal-soal matematika, fisika, biologi, kimia, dll.), modul pembelajaran, dan sebagainya dalam bentuk digital.
d. Meningkatkan kualitas layanan Perpustakaan yang selama ini hanya mengandalkan koleksi tercetak (printed materials), seperti buku.
e. Memberikan layanan cepat, akurat dan mudah dengan sistem komputerisasi dan sistem jaringan
f. Efektifitas dan efisiensi sistem pelayanan.
g. Efektifitas dan efisiensi sistem perawatan koleksi.