Perpustakaan merupakan pusat informasi dimana bahan-bahan perpustakaan dikumpulkan, diolah, disimpan dan dipelihara untuk disebarluaskan agar dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh pengguna perpustakaan. Perpustakaan mempunyai ciri-ciri dan persyaratan tertentu seperti adanya ruangan, koleksi, adanya petugas untuk melayani pemustaka, adanya masyarakat pembaca, adanya sarana dan prasarana yang diperlukan dan dilengkapi dengan sistem atau mekanisme tertentu. Salah satu jenis perpustakaan tersebut adalah Perpustakaan Umum Kabupaten Boyolali.
Untuk mengenalkan serta memasarkan jasa perpustakaan, perpustakaan tidak cukup hanya membangun jasa informasi serta mengharapkan umum akan memenuhi perpustakaan. Memang selalu ada orang yang ingin tahu namun jumlahnya hanya sedikit. Sebagai ketentuan umum, masyarakat perlu selalu diingatkan secara terus menerus dan efektif akan eksistensi jasa perpustakaan serta apa saja yang dapat dilakukan. Hal ini perlu dilakukan karena kita tidak dapat meramalkan kapan keperluan masyarakat akan informasi segera timbul. Karena itu kita perlu mengusahakan agar publisitas dapat diperoleh melalui berbagai bentuk serta keluaran sesuai dengan kemampuan keuangan.
Selain itu, perpustakaan juga perlu mengikuti perkembangan Teknologi Informasi dan Trend yang sedang berkembang di masyarakat. Sehingga peningkatan layanan dan penyelenggaraan kegiatan benar-benar efektif dan sesuai dengan kebutuhan literasi masyarakat saat ini khususnya di Kabupaten Boyolali. Saat ini literasi masyarakat mulai beralih jenis dan medianya, masyarakat lebih suka menikmati tayangan video (audiovisual) dibandingkan dengan bahan bacaan. Kondisi inilah yang menjadi peluang perpustakaan dalam mengembangkan jenis koleksi dan layanannya. Perpustakaan perlu terus meramu promosi layanan dan kegiatannya agar lebih menarik, kemudian perlu meningkatkan kolekvitas koleksi perpustakaan, sehingga semakin banyak lagi warga masyarakat yang memanfaatkan perpustakaan.
Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Boyolali menyusun buku Boyolali Kaya Cerita (BKC) dalam rangka mengembangkan dan meningkatkan literasi serta budaya baca masyarakat di Kabupaten Boyolali. Untuk memperkenalkan dan meningkatkan literasi serta mengikuti trend kekinian, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan menyelenggarakan Lomba Pembuatan Film Pendek Boyolali Kaya Cerita yang dikemas dalam Boyolali Kaya Cerita Short Film Festival (BKC ShoFiFest).
1. Mendorong agar masyarakat, khususnya pemuda, dapat memahami dan menikmati isi dari konten Boyolali Kaya Cerita dalam bentuk lain yang lebih menarik;
2. Mendorong agar sejarah, cerita, budaya serta khasanah konten lokal yang ada pada Buku Boyolali Kaya Cerita bisa dinikmati lebih luas oleh semua kalangan;
3. Meningkatkan kemampuan komunikasi, produktifitas, fotografi dan videografi bagi para pemuda;
4. Menumbuh kembangkan semangat sportivitas yang tinggi serta rasa kebersamaan dalam meningkatkan kegemaran membaca di Kabupaten Boyolali.
1. Untuk mengembangkan dan meningkatkan literasi serta budaya baca masyarakat di Kabupaten Boyolali
2. Untuk mengembangkan kreativitas pemuda di Kabupaten Boyolali terkait videografi dan sinematografi
3. Untuk lebih mengenalkan cerita dan budaya lokal di Kabupaten Boyolali melalui media dan konten yang menarik
Video pendek cerita lokal Boyolali yang bersumber dari buku Boyolali Kaya Cerita