Perilaku beresiko yang dilakukan remaja dalam hal seksualitas atau yang dikenal dengan hubungan seks sebelum menikah akan membawa dampak pada terjadinya kehamilan yang belum / tidak diinginkan (KTD) dan penyakit menular seksual, termasuk HIV / AIDS. Kehamilan yang belum diinginkan akan merugikan secara fisik bagi remaja yang hamil maupun bayi yang dikandungnya. Hal ini berkaitan dengan usia remaja yang masih muda, sehingga secara biologis kondisi fisik remaja belum siap. Disisi lain secara psikis, KTD mengakibatkan remaja merasa berdosa, malu, tidak percaya diri dan bahkan memicu terjadinya aborsi bahkan bunuh diri.
Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) merupakan proses pendidikan yang penting bagi remaja karena beberapa alasan. Pertama, orang dewasa (orang tua, guru, pembina) sering tidak siap membantu remaja menghadapi masa pubertas. Kedua, banyak remaja tidak memiliki cukup pengetahuan dan ketrampilan untuk menghadapi perubahan dan masalah pada masa remaja. Hal ini bisa menyebabkan remaja rentan terjebak dalam masalah fisik, psikologis dan emosional yang merugikan seperti depresi, kehamilan tidak diinginkan (KTD), Penykit menular seksual (PMS), HIV / AIDS, penyalahgunaan NAPZA dan sebagainya. Untuk mencegah terjadinya hal-hal seperti diatas dan membekali remaja dengan informasi yang tepat, maka Program PROMKES UPT Puskesmas Simo membentuk LASKAR SEHAT REMAJA(LASER ).
LASER merupakan kelompok siswa SMA yang merupakan wadah kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam bidang kesehatan yang dapat diterapkan pada diri, keluarga, lingkungan dan mngembangkan lapangan peerjaan di bidang kewirausahaan. Bidang kesehatan yang di terapkan biang kesehatan yang umum seperti perilaku hidup bersih dan sehat, kesehatan produksi, pertolongan pertama pada kecelakaan yang dasar, dll. Jadi pada dasarnya kader kesehatan di tingkat anak sekolah pada anak SMA ini adalah dibekali wawasan kesehatan yang dasar dan secara umum jadi ketika dimanapun mereka berada mereka bisa menerapkan secara langsung. namum yang utama adalah mereka kader kesehatan remaja akan jadi panutan di teman seusianya atau masyarakat di sekitarnya. jadi bila sewaktu-waktu ada masalah kesehatan yang mereka jumpai, bisa menangani masalah tersebut meskipun juga tetap dalam pengawasan tenaga kesehatan selaku pendamping dan pembina.
Tahapan Pelaksanaan LASER, sebagai berikut
1. Persiapan
➢ Petugas UKBM berkoordinasi dengan instruktur laser mengenai jadwal pembinaan.
➢ Petugas UKBM mempersiapkan materi.
➢ Mempersiapkan alat peraga/penyuluhan
➢ Menyiapkan absensi peserta
➢ Anggota Laser dibina di aula Puskesmas (menyesuaikan)
2. Pelaksanaan
➢ Perkenalan diri
➢ Mengemukakan maksud dan tujuan
➢ Menjelaskan point-point isi penyuluhan
➢ Menyampaikan penyuluhan dengan suara jelas dan irama yang tidak membosankan
➢ Tunjukan tatapan mata pada setiap pendengar dan tidak tetap duduk di tempat
➢ Selingi dengan humor segar / permainan sederhana
➢ Pergunakan bahasa sederhana
➢ Ciptakan suasana relax ( santai ), pancinglah pendengar agar turut berpartisipasi
➢ Sediakan waktu untuk tanya jawab
➢ Jawab setiap pertanyaan secara jujur dan meyakinkan
➢ Menyimpulkan penyuluhan sebelum mengakhiri penyuluhan
➢ Menutup penyuluhan dengan mengucapkan terima kasih
Tujuan Umum :
Meningkatkan kesadaran dan pemahaman bagi remaja mengenai pentingnya Kesehatan bagi diri mereka sendiri dan lingkungan sekitar
Tujuan Khusus :
1. Mempersiapkan remaja menghadapi dan melewati masalah kesehatan yang ada disekitarnya
2. Mewujudkan kader pembangunan di bidang kesehatan, yang dapat membantu melembagakan norma hidup sehat bagi semua teman sebayanya dan masyarakat di lingkunganya
Manfaat Inovasi LASER ini adalah sebagai wadah terdekat untuk membantu melembagakan norma hidup sehat bagi teman sebayanya dan masyarakat disekitarnya karena mereka adalah orang terdekat dengan masyarakat daripada tenaga kesehatan. Jadi bisa meningkatkan pembangunan kesehatan di wilayah sekolah dan sekitarnya. Sehingga di lingkungan sekolah tidak akan asing bila mendengar istilah-istilah kesehatan, sehingga bila ada masalah kesehatan akan dapat mengatasi masalah tersebut dengan sendirinya.
Adanya kader remaja yang membantu meningkatkan derajad kesehatan baik dilingkungan sekolah maupun di lingkungan masyarakat. Kader remaja ini terdiri dari beberapa siswa SMA di wilayah kecamatan simo.