Sinergi antara Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah melalui Optimalisasi Gerakan Simpanan Pelajar Pada Pemerintah Kabupaten Boyolali.
Tahapan inovasi yaitu pembentukan tim efektif merupakan tahapan yang paling awal untuk dikerjakan karena tim efektif ini nantinya akan membantu dalam mengimplementasikan aksi perubahan perubahan yang direncanakan , inovasi ini dibantu 3 tim yang berasal dari personil dibagian perekonomian dan SDA setda kab boyolali ketiga tim itu yaitu: tim administrasi, tim teknis dan tim monev
, Rapat koordinasi Tim Efektif dengan stakeholders terkait: tahap kedua dari implementasi aksi perubahan adalah melakukan rapat koordinasi dengan tim efektif dan stakeholders terkait, yujuannya adalah untuk mendapatkan saran dan masukan serta
dukungan dalam pelaksanaan aksi perubahan implementasi dari tahap ini.
, menyusun SK Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah dan SE SIMPEL tahap ini adalah melakukan penyusunan SK Tim, membuat konsep perbup, dikoordinasikan Bagian Tata pemerintahan setda kab boyolali dan bagian hukum setda kemudian mengoreksi legal drafting setelah legal drafting disetujui dinaikan kepada bupati , yujuan tersusunya tim adalah untuk menevaluasi dan mengidentifikasi permasalahan terkait akses keuangan daerah terutama program simpanan pelajar, mengevaluasi pelaksanaan program, koordinasi, monotoring pelaksanaan program simpanan pelajar, sosialisasi dengan stakeholders, melakukan pertemuan dan menyusun laporan.
, Melakukan MOU dengan mengkoordinasikan dinas pendidikan dan kebudayaan dan kepala dinas cabang V SMA/SMK serta perbankan yang terkait, tahap ini merupakan inti dari pelaksanaan aksi perubahan karena mulai akan dilaksanakan sosialisasi kesekolah sekolah bersama perbankan sesuai dengan pemetaan sekaligus dipersiapkan untuk pembukaan rekening
, Menyusun SOP guna memberikan panduan yang sistematis dalam melaksanakan suatu pekerjaan maka perlu disusun standar operasional
, Rakor rencana sosialisasi program simpanan pelajar yang akan dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang sudah diatur
, monitoring dan evaluasi pelaksanaan aksi perubahan kinerja organisasi dilaksanakan dengan Rapat evaluasi dalam rangka menyusun laporamn aksi perubahan kinerja organisasi, pengumpulan database pelajar yang membuka rekening.
Permasalahan yang melatarbelakangi munculnya inovasi ini adalah masih rendah Akses Keuangan Daerah Program Simpanan Pelajar di Kabupaten Boyolali. Kondisi sebelum aksi perubahan masih rendahnya keterlibatan stakeholder dalam menyelesaikan Simpel (Simpanan Pelajar) untuk wilayah SMP Negeri dan SMA/smk Negeri, Simpanan Pelajar di Kabupaten Boyolali baru 33,18 persen siswa yang membuka rekening. Belum Optimalnya Tim mengkoordinasikan antar stakeholder, Belum adanya regulasi yang mengatur Simpel (Simpanan Pelajar), Realisasi Simpanan Pelajar belum dilaporkan secara rutin, Kompetensi SDM belum maksimal dalam mensosialisasikan simpanan pelajar.
Kondisi Sesudah inovasi adalah keterlibatan stakeholder sudah terjalin antara bagian perekonomian setda kab boyolali terutama perbankan, kepala dinas pendidikan dan kebudayaan , Kepala Cabang Dinas V pendidikan SMA/SMK yang nanti saling koordinasi terkait TPAKD program Simpanan Pelajar, untuk mensosialisasikan atau menginga pelajar untuk membuka rekening.
Setelah dilakukan implementasi inovasi pada jangka menengah dan panjang bisa dilaksanakan pada jangka pendek yaitu selama 2 bulan telah diperoleh perubahan kinerja organisasi bertupa peningkatan prosentase simpanan pelajar.
Meningkatkan kinerja organisasi melalui percepatan pelayanan kepada Masyarakat sehingga meningkatkan investasi dan perekonomian daerah serta untuk mengantisipasi tuntutan perubahan kondisi di masa mendatang, Mendorong tumbuhnya investasi dan memberikan pelayanan yang prima bagi dunia usaha, sehingga terwujud iklim kepastian berusaha yang baik; Meningkatkan kolaborasi dan jejaring kerja antara perguruan tinggi/ dunia pendidikan terkait informasi tata ruang yang ada di Kabupaten Boyolali dan memberikan kesempatan bagi perguruan tinggi untuk melaksanakan tri dharma perguruan tinggi; Menerima manfaat berupa akses informasi terkait percepatan Akses Keuangan Daerah Program Simpanan Pelajar di Kabupaten Boyolali; Mempercepat pemulihan perekonomian pasca pandemi covid 19, dan meningkatkan kesejahteraan Masyarakat dan menurunkan angka kemiskinan terutama di Kabupaten Boyolali sesuai visi misi Bupati.
Manfaat yang diperoleh adalah:
1. Bagi Pemerintah Daerah : Meningkatkan kinerja organisasi melalui percepatan pelayanan kepada masyarakat sehingga meningkatkan kredibilitas pemerintah daerah dan meningkatkan investasi dan perekonomian daerah serta untuk mengantisipasi tuntutan perubahan kondisi dimasa mendatang;
2. Bagi Dunia Usaha : Mendorong tumbuhnya investasi dan memberikan pelayanan yang prima bagi dunia usaha, sehingga terwujud iklim kepastian berusaha yang baik;
3. Bagi Perguruan Tinggi/Dunia Pendidikan : Meningkatkan kolaborasi dan jejaring kerja antara Perguruan Tinggi/Dunia Pendidikan terkait informasi tata ruang yang ada di Kabupaten Boyolali dan memberikan kesempatan bagi perguruan tinggi untuk melaksanakan tri dharma perguruan tinggi.
4. Bagi Pers/Media Massa : Menerima manfaat berupa akses informasi terkait percepatan Akses Keuangan Daerah Program Simpanan Pelajar di Kabupaten Boyolali;
5. Bagi LSM/Komunitas/Organisasi/Masyarakat : mempercepat pemulihan perekonomian pasca pandemi covid 19,
meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan menurunkan angka kemiskinan terutama di Kabupaten Boyolali sesuai visi misi Bupati.
Jumlah rekening Simpanan Pelajar untuk wilayah 22 kecamatan sebelum aksi perubahan ini untuk wilayah SMA/SMK negeri prosentasenya 20,92. Sesudah adanya aksi perubahan menjadi 32,85 persen ada kenaikan 11,93 persen pelajar yang mempunyai rekening dan simpanan di bank, kemudian untuk wilayah SMP Negeri prosentasenya sebesar 45,67 persen. Sesudah adanya aksi perubahan menjadi 72,18 persen, ada kenaikan 26,51 persen pelajar yang mempunyai rekening dan simpanan dibank.