Kecamatan Sawit merupakan Kecamatan di Kabupaten Boyolali. Berdasarkan Data Tahun 2019 terdapat 15 Kematian Ibu di Kabupaten Boyolali. Angka tersebut tergolong tinggi sehingga perlu adanya langkah pencegahan dan penanganan. Berdasarkan data kesehatan Puskesmas Sawit, terdapat 0 kematian ibu di tahun 2018 dan 2019, serta 2 kematian ibu di tahun 2020.
Meskipun pada tahun 2018 dan 2019 tidak ada kematian Ibu namun terdapat 142 Ibu hamil mempunyai reisiko tinggi sehingga perlu adanya kewaspadaan dini dalam rangka mencegah peningkatan AKI.
Kematian Ibu menjadi permasalahan yang sangat penting, kematian ibu mempunyai dampak jangka panjang yaitu, meminimalisir anak yang terlahir tanpa Ibu, sehingga berdampak pula dalam perkembangan fisik dan mental anak yang diperkirakan dapat terkendala tanpa pengasuhan Ibu.
Sebanyak 37 persen dari jumlah penduduk perempuan di Kecamatan Sawit merupakan wanita usai subur (WUS) dan sebanyak 12 persen
dari jumlah penduduk perempuan merupakan remaja. Hal ini menjadi tantangan dalam mempersiapkan ibu yang sehat dan tidak berisiko tinggi mengalami kematian, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memperbesar peluang mencetak generasi emas yang sehat yang berawal dari ibu yang sehat.
Gerakan Peduli Risiko Tinggi dan Pre Eklamsia (GEPPREK) terbentuk atas inovasi dari Puskesmas Sawit sebagai langkah kewaspadaan dini dan dalam rangka membentuk budaya tanggap social dan tanggap permasalahan kesehatan di masyarakat. Inovasi ini sudah berjalan lebih dari 1 tahun. Tujuan dari inoasi ini yaitu dapat mencegah komplikasi ibu hamil, dan mengontrol faktor risiko ibu hamil, meningkatkan kepedulian juga pemberdayaan masyarakat, serta menghimpun support/ motivasi pada ibu hamil oleh masyarakat sekitar.
Inovasi ini diharapkan memberikan dampak positif secara langsung maupun tidak langsung Penerima manfaat langsung yakni Ibu Hamil dan bayi. Sedangkan penerima manfaat tidak langsung diantaranya Keluarga ibu hamil, baik secara psikologis juga dalam aspek sosial ekonomi. Mencegah risiko tinggi pada ibu hamil, dapat mengurangi komplikasi dan menurunkan pembiayaan . Puskesmas Sawit berkolaborasi dengan BP2KBP3A, KUA Sawit, dan Pemerintah Kecamatan Sawit berkomitmen malalui Komitmen Bersama GEMA JUWITHA yang diantaranya terdapat komitmen terkaitAKI
GEPPREK tidak hanya menyasar para ibu hamil, namun jauh sebelum itu, yakni dimulai dari remaja putri dengan memberikan edukasi melalui Posyandu Remaja serta memberikan suplementasi apabila diperlukan. Edukasi juga diberikan pada Calon Pengantin, sehingga dapat mempersiapkan kehamilan yang sehat. Bagi ibu hamil , segera setelah terdekteksi kehamilannya, dilakukan KIE serta pemasangan bendera sesuai usia kehamilan, dan jika ibu hamil memiliki resiko tinggi maka disertai dengan stiker pada bendera tersebut. Bendera berwarna kuning untuk ibu hamil trimester 1, bendera berwarna biru untuk ibu hamil trimester 2, dan bendera hijau untuk ibu hamil trimester 3. Setelah persalinan, terdapat kunjungan nifas oleh tenaga kesehatan setempat guna memantau kondisi ibu dan bayi. Hal ini agar masyarakat tahu, dan peduli terhadap ibu hamil yang ada diwilayah sekitar sehingga jika terjadi kendala atau kedaruratan pada ibu hamil, dapat cepat mendapatkan pertolongan maupun solusi yang sebelumnya sudah dikoordinasikan bersama oleh masyarakat.
Tujuan
1. Menekan AKI (angka kematian ibu ) di kecamatan sawit 2.Meningkatkan kesehatan ibu dan anak
Dampak positif dari inovasi ini, selain dari segi aspek keselamatan dan kesehatan ibu serta bayi, dapat menumbuhkan semangat gotong-royong dan tanggap social serta membentuk pemberdayaan masyarakat. Kecamatan Sawit. Kualitas kesehatan akan meningkat jika budaya pemberdayaan masyarakat sudah terbentuk, sehingga diharapkannantinya tidak hanya permasalahan AKI yang akan di angkat namun berbagai permasalahan kesehatan lainnya juga akan dapat teratasi . Dampak jangka panjang lain adalah dengan intervensi yang dilakukan kepada remaja, calon pengantin hingga ibu pasca bersalin adalah terbentuknya generasi anak sehat yang berawal dari ibu yg sehat dan siap.
GEPPREK tidak hanya menyasar para ibu hamil, namun jauh sebelum itu, yakni dimulai dari remaja putri dengan memberikan edukasi melalui Posyandu Remaja serta memberikan suplementasi apabila diperlukan. Edukasi juga diberikan pada Calon Pengantin, sehingga dapat mempersiapkan kehamilan yang sehat. Bagi ibu hamil , segera setelah terdekteksi kehamilannya, dilakukan KIE serta pemasangan bendera sesuai usia kehamilan, dan jika ibu hamil memiliki resiko tinggi maka disertai dengan stiker pada bendera tersebut. Bendera berwarna kuning untuk ibu hamil trimester 1, bendera berwarna biru untuk ibu hamil trimester 2, dan bendera hijau untuk ibu hamil trimester 3. Setelah persalinan, terdapat kunjungan nifas oleh tenaga kesehatan setempat guna memantau kondisi ibu dan bayi. Hal ini agar masyarakat tahu, dan peduli terhadap ibu hamil yang ada diwilayah sekitar sehingga jika terjadi kendala atau kedaruratan pada ibu hamil, dapat cepat mendapatkan pertolongan maupun solusi yang sebelumnya sudah dikoordinasikan bersama oleh masyarakat.