A. Pendahuluan
Upaya perwujudan Visi dan Misi Pemerintah Kabupaten Boyolali saat ini dihadapkan pada permasalahan pokok berdasarkan RPJMD Kabupaten Boyolali yakni: “Penguatan reformasi birokrasi yang akuntabel dan agile, pemerintah daerah diharapkan mampu meningkatkan peran OPD, sehingga mampu menjawab isu jangka panjang Kabupaten Boyolali mencapai tujuan pembangunan daerah”. Beberapa isu strategis yang mempengaruhi kinerja OPD antara lain seperti :
1. Adanya tuntutan ketahanan perekonomian, sementara kemampuan APBD menurun dampak refokusing dan penurunan pendapatan daerah ;
2. Belum adanya strategi pembangunan yang efektif, terpadu, menyeluruh, fokus dengan pencapaian tujuan serta ter berbasis kesadaran masyarakat;
3. Rendahnya validitas dan akuntabilitas data pada sistem informasi pemerintahanan, yang berdampak pada ketidak tepatan intervensi program, serta inefisiensi.
Permasalahan yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Boyolali tersebut, sebagaimana pemerintah daerah kabupaten/kota pada umumnya, menginisiasi dibentuknya suatu terobosan inovasi daerah yang dapat memberikan solusi dalam jangka pendek, jangka menengah, hingga jangka Panjang yakni Monitoring Center for Development (MCD). Sebagai sebuah strategi Continuous Audit Continuous Monitoring (CACM), MCD yang berbasis Rukun Tetangga, dengan data dasar kependudukan dan kewilayahan tidak hanya diyakini mendorong pencapaian Visi Misi Bupati Boyolali, namun menjadi gerakan pemberdayaan organisasi yang meluas, memahami SDGs serta indikator kesejahteraan, mulai dari ujung tombak organisasi pemerintahan dan kemasyarakatan yakni organisasi Rukun Tetangga sampai organisasi perangkat daerah dan unsur eksternal.
Dengan tagline “Membangun data sekaligus mendorong gerakan masyarakat membangun”, Pemerintah Kabupaten Boyolali bertujuan mengembangkan inovasi dalam pemantauan program pemerintah dengan sasaran mulai dari jenjang RT, RW, Desa/Kelurahan, Kecamatan hingga OPD. Pemantauan dilakukan melalui pembangunan data dasar masyarakat, berbasis kependudukan dan kewilayahan, yang dilaporkan dan dipantau secara periodik dan berkelanjutan, sehingga diyakini efektif sebagai pencapaian tujuan pembangunan dan kesejahteraan diikuti dengan reward bagi entitas yang dinilai.
B. Kebaruan (Novelty) dari Inovasi Yang Dikembangkan
MCD merupakan pengembangan dan inovasi lanjutan dari program KPK RI Monitoring Center for Prevention (MCP) yaitu sistem pemantauan capaian atas upaya pencegahan korupsi. Dimana dalam MCP, Boyolali meraih skor tertinggi nasional 4 tahun berturut-turut. Adapun MCD adalah sistem pemantauan, yang tidak hanya berfokus pada pencegahan, namun mengembang ruang lingkupnya menjadi pemantauan capaian atas upaya pembangunan yang berintegritas, berbasis gerakan reformasi struktural peran organisasi pemerintahan sampai ke tingkat RT.
C. Kerangka Inovasi
1. Ringkasan Kerangka Kerja Logis Inovasi
Adapun ringkasan kerangka inovasi dari tahap input sampai dengan outcome inovasi, pada Kerangka Kerja Logis (KKL) merupakan ringkasan kegiatan yang menunjukkan tingkatan tujuan-tujuan serta hubungan sebab akibat pada setiap tingkatan indikator dan sasaran kinerja,
2. Tahapan Inovasi
MCD dilakukan melalui tahapan dan aktivitas pelaksanaan kegiatan inovasi yang telah dan belum dilaksanakan dari tahap persiapan sampai dengan hasil inovasi.
a. Rencana Tahun 2021,
Di Tahun 2021, MCD direncanakan dibangun dengan rencana tahapan Uji Coba, dan perluasan cakupan.
1) Tahapan Uji Coba
- Melaksanakan Focus Group Discussion dan Desk Kebutuhan data OPD bersama BPS-OPD-Kecamatan dan Desa, guna Menyusun Parameter MCD RT, Dusun/Lingkungan, Desa/Kelurahan, Penunjang, Kecamatandan OPD.
- Pengkategorian penilaian berdasarkan tematik dan tahapan kemajuan perentitas penilaian (RT, Desa, Kecamatan)
- Melaksanakan Strategi Continuous Audit Continuous Monitoring (CACM) oleh Auditor Inspektorat sebagai pendamping Desa/Kelurahan, Kecamatan dan OPD, sebagai Advisor dan Quality Assurance MCD
- Uji coba pelaksanaan MCD melalui Auditor Pendamping/Advisor Kemajuan dan pencapaian Visi Misi Daerah, pada unit sampel.
- Menyusun struktur Penanggung jawab, admin MCD desa/kelurahan, Kecamatan, OPD, dan Super Admin dan Terhubung dengan Auditor Pendamping/Advisor.
- Menilai dan pemberian penghargaan Capaian MCD
- Digitalisasi MCD
2) Tahapan Perluasan
- Perluasan MCD di setiap RT, Desa dan Kecamatan
- Mendorong pembentukan Satgas “Jaga Boyolali” dan Gerakan Masyarakat “METAL-Melangkah bersama, menata bersama penuh totalitas”
b. Pelaksanaan Tahun 2021
Dalam Pelaksanaannya pada bulan Agustus sampai dengan September 2021, berjalan dengan baik dan terkendali, mulai dari FGD dan tersusunya Dokumen Parameter MCD, yang terdiri
1) Parameter MCD RT meliputi :
- Parameter Organisasi, meliputi administrasi, kependudukan, kegiatan rt, dan kegiatan kelompok masyarakat.
- Khusus data kependudukan dan catatan sipil tingkat RT, digunakan untuk pondasi data, terkait dengan pembangunan sumber daya manusia.
- Parameter Infrastruktur Lingkungan yakni kondisi dan penggunaan infrastruktur terdiri dari jalan lingkungan, drainase, dan penerangan jalan umum. Dilengkapi aksesibilitas warga RT ke tempat ibadah, fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan pada setiap jenjang, fasilitas olah raga, fasilitas bermain dan ketersediaan area pemakaman.
- Parameter air minum, sanitasi dan kebersihan lingkungan.
- Parameter pengelolaan sampah rumah tangga dan resapan
- Parameter kesejahteraan, penanganan masalah sosial, dan tematik serta aset
2) Parameter MCD RW, Parameter MCD Dusun/Lingkungan serta Parameter MCD Desa/kelurahan, Kecamatan, Penunjang dan OPD.
3) Pelaksanaan kegiatan berkembang dari yang semula menyusun pengkategorian untuk penilaian, bertambah menggagas adanya Ruang MCD dalam sosial media pada Instagram. Kurang dari satu bulan instagram Ruang MCD telah diikuti 3.654 dan mendapatkan kiriman video dan foto dari aktivitas masyarakat RT per tema sebanyak 334. https://www.instagram.com/ruangmcdboyolali/
4) Strategi pengawasan CACM-MCD sebagai guiden atau help desk, demikian pula struktur Penanggung jawab yang terbangun.
5) Pelaksanaan uji coba, yang semula direncanakan hanya pada 22 Desa dan 22 RT, karena animo yang sangat tinggi dari Rt dan Desa maka akhirnya diikuti oleh semua RT (6.632), khususnya pada parameter kependudukan. Disamping itu, untuk pendaftar berdasarkan kategori, diikuti 512 RT
6) Penilaian dan pemberian penghargaan, pelaksanaannya menjadi satu rangkaian dengan uji coba, dengan metode lomba, mulai pendaftaran, tanggal 13 sampai 19 September 2021, dan Pengumuman Pemenang, tanggal 30 September 2021.
7) Penghargaan MCD tingkat RT, semula direncanakan pada 5 RT menjadi 31 RT, 1 Kecamatan Metal, Kelurahan Metal dan 1 Desa Metal. Hadiah yang semula hanya Piagam, berkembang menjadi hadiah dana prestasi sebesar Rp.40.000.000,00 dari Bank Jateng, Camat dan Lurah, juga mendapatkan TPP Bonus 5 Juta Rupiah/pemenang.
Cakupan kegiatan diatas, sekaligus sebagai Perluasan MCD di semua RT, Desa dan Kecamatan termasuk pembentukan Satgas “Jaga Boyolali” dan germas METAL telah selesai dilakukan. Pemetaan data, yang direncanakan bagian dari rencana jangka panjang, dengan selelesainya implementasi parameter kependudukan di semua RT, dapat diketahui Peta awal data kependudukan berbasis RT, melalui Persandingan data Kependudukan dan Catatan Sipil, terdapat perbedaan yang signifikan yakni Selisih 30.421, terdiri : 16.367 jiwa meninggal ; 6.626 jiwa pindah ; 5.353 jiwa ganda ; 810 jiwa tambah ; 296 jiwa salah alamat ; 591 jiwa tidak ditemukan ; 875 jiwa lain2
Demikian pula Peta Data awal kesejahteraan, kesehatan, pendidikan dan sebagainya, yang dikembangkan dengan pemantauan data berbasis RT, mendorong inovasi Musyawarah Desa Khusus atau Musdesus, menjadi langkah strategis mevalidasi data kemiskinan yang carut marut. Sinkronisasi dengan target OPD juga telah dimulai, yakni, MCD mendorong terbitnya Peraturan Bupati No 66 Tahun 2021 Tentang Satu Data Tingkat Daerah (13 Oktober 2021), yang mengamanahkan rencana aksi satu data Boyolali.
MOU dengan BPS untuk pemanfaatan data bersama telah dilakukan. Ketertarikan PLN atas konsep tertib energi dengan inovasi PJU lingkungan tanpa Gantol, dilanjutkan dengan Penandatanganan MoU. Demikian pula DANDIM, untuk pengembangan sistem keamanan lingkungan bersama babinsa dan babin kantimas, diikuti pernyataan dukungan.
Kemanfaatan data dan gerakan masyarakat metal, mencuri perhatian BI terkait dengan Digitalisasi transaksi dan mengkoordinasikan pada bank Jateng untuk memberikan suport berupa hadiah pada pemenang MCD.
Disela-sela kunjungan Ke Boyolali Bulan Agustus 2021, Dirjen Bina Pemerintah Desa, Kementrian Dalam Negeri, Dr. Yusharto Huntoyungo, M.Pd, berkesempatan menerima paparan tentang Heard Imunity dan MCD. https://www.instagram.com/tv/CS1WVNThT4n/?utm_source=ig_web_copy_link
c. Tahun 2022 MCD Berkelanjutan dan Inovasi Ikutan
Dengan tema Boyolali Satu Data, menuju Satu Data Indonesia, MCD efektif menjadi strategi yang mengawali gerakan masyarakat membangun di Boyolali. Disamping mengembangkan parameter berpendekatan Satu Data, MCD tahun ini mulai dengan pendekatan tematik per triwulan
Selanjutnya direncanakan di tahun 2023 nanti, pengisian parameter MCD akan dilakukan tiap bulan dengan pendekatan insentif RT dan RW serta Insentif Alokasi Dana Desa. Berdasarkan evaluasi uji coba MCD tahun 2021, setidaknya tumbuh 22 inovasi baru berbasisi RT yakni:
1) Aku Hatinya PKK, RT dengan Dawis Aktif dan PKK berprestasi
2) KARTAL, Karang Taruna Metal (melangkah Bersama, Menata Bersama Penuh Totalitas)
3) Prapatan Bebas Gantol, Rt bebas pencurian listrik penerangan lingkungan
4) Tuntas Pendidikan Dasar, RT yang warganya tuntas pendidikan dasar
5) Pos Kesehatan RT, Satu RT satu Pos Kesehatan dengan pendekatan dasa wisma, Rumah Sehat dan posbindu dengan Rekam Medik RT
6) RT Tempat Bermain, RT Ramah Anak
7) Germas Olahraga, RT Aktif Berolah Raga
8) Tuntas Jamban, RT 100