Optimalisasi Pendidikan Karakter Melalui Implementasi SQUAFAMICOM Untuk Membudayakan Sikap Kerjasama Peserta Didik Sekolah Dasar

1. Permasalahan Berdasarkan observasi kegiatan belajar mengajar, sikap kerjasama peserta didik masih rendah atau belum membudaya. Padahal sikap kerjasama sangat penting di era abad ke-21 untuk menghadapi tantangan perubahan globlal yang kompleks. Hal ini dibabkan metode pembelajaran yang diterapkan sudah bagus, namum belum menstimulus sikap kerjasama serta keterampilan kolaborasi. 2. Isu Strategis Berkembang pesatnya pemanfaatan Artificial intelegence (AI) dalam berbagai bidang kehidupan menjadi isu yang sedang panas saat ini. Berbagai bidang pekerjaan manusia saat ini bisa digantikan oleh AI. Sebagai contoh pekerjaan yang sudah bisa digantikan oleh AI yaitu penerjemah bahasa asing, editing video, Visualisasi data, Copywriting dan lain sebagainya. Banyak yang menganggap ini sebagai ancaman. Namun kami menanggapinya sebagai peluang. Tidak semua bidang kehidupan manusia bisa digantikan oleh AI. Salah satunya adalah Kerjasama. Manusia dapat memanfaatkan AI yang begitu powerfull dengan bekerjasama dan berkolaborasi dengan sesamanya untuk menciptakan suatu karya yang prestisius dan mencapai semua tujuan. 3. Metode Pembaharuan Upaya yang dilakukan sebelumnya yaitu dengan menerapkan metode belajar yang meningkatkan keaktivan peserta didik secara fisik maupun pikiran. Namun sikap kerjasama belum membudaya karena peserta didik cenderung bermain sambil belajar saja, untuk bekerjasama dengan temannya masih belum terlihat. Maka dari itu diimplementasikanlah SQUAFAMICOM, sebuah inovasi metode pembelajaran untuk membudayakan sikap kerjasama. Metode ini dapat membiasakan kerjasama sehingga dari kebiasaan berubah menjadi karakter, dan dari karakter akan membentuk budaya baru, yaitu budaya bekerja sama dengan orang lain. 4. Keunggulan dan kebaharuan Keunggulan Inovasi ini yaitu dapat diintegrasikan dalam semua materi pembelajaran dan jenjang pendidikan. Kebaharuan inovasi ini yaitu menggabungkan kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler sehingga lebih menyenangkan bagi peserta didik. 5. Tahapan Inovasi Berikut tahapan Inovasi yang kami susun: a. Mereview dan Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) (SCANNING). b. Implementasi model pembelajaran Quantum pada pembelajaran (QUANTUM LEARNING). c. Membimbing Peserta didik membantu pekerjaan orang tua dirumah dengan dokumentasi video (FAMILY TEAM). d. Implementasi metode Mind map dalam proses pembelajaran di Kelas (MIND MAP). e. Kompetisi Coding untuk Peserta didik sekolah dasar (COMPETITION).
Membudayakan sikap kerjasama peserta didik yang dapat meningkatkan keterampilan kolaborasi untuk menghadapi tantangan Abad ke -21
Peserta didik siap menghadapi tantangan kehidupan Abad ke- 21 yang memerlukan keterampilan Collaboration. Manfaat juga diperoleh guru yaitu dengan meningkatnya sikap kerjasama peserta didik maka pelaksanaan merdeka mengajar akan lebih optimal
1. Tersedianya Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang sesuai untuk Pendidikan karakter kerjasama. 2. Peserta didik dapat membudayakan sikap sosial kerja sama dan memperoleh pemahaman materi dengan sangat baik karena pembelajaran menarik. 3. Peserta didik termotivasi untuk membantu pekerjaan orang tua dirumah dan sadar akan kedudukannya dirumah juga bagian dari keluarga yang harus bekerjasama. 4. Meningkatnya pemahaman materi dan kreativitas Peserta didik serta membudayakan sikap kerja sama. 5. Membudayanya sikap kerja sama dan semangat berkompetisi Peserta didik. 6. Hasil analisis yang kami amati ada perubahan sikap yang signifikan. diperoleh hasil bahwa 100% peserta didik membudayakan sikap Kerjasama. Peserta didik sudah dapat saling membantu dalam menyelesaikan tantangan dan kebersihan, terlibat dalam pekerjaan di rumah, semangat mengerjakan tugas yang menjadi tanggung jawabnya, bersama-sama mengemukakan pendapatnya dalam presentasi.