SIMPLE BOSE (Sinergisitas Implementasi Boyolali Sehat Berbasis Pendekatan Kecamatan) Kabupaten Boyolali

Untuk mewujudkan SDM yang berkualitas dan berdaya saing, perlu pembangunan kesehatan yang diarahkan pada peningkatan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dapat terwujud. Derajat kesehatan merupakan pilar utama bersama- sama dengan pendidikan dan ekonomi yang sangat erta dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang tangguh, produktif dan mampu bersaing untuk menghadapi semua tantangan yang akan dihadapinya. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 65 Tahun 2013 tentang Pedoman Pelaksanaan dan Pembinaan Pemberdayaaan Masyarakat Bidang Kesehatan menyebutkan bahwa Pembangunan Kesehatan tidak semata menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga harus melibatkan seluruh elemen masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat sehingga tercapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi- tingginya. Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 Tentang kesehatan pasal 162 di jelaskan upaya kesehatan lingkungan ditujukan untuk mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat, baik fisik, kimia, biologi maupun sosial yang memungkinkan setiap orang mencapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Periode 2016 - 2020 beberapa SPM kesehatan di Kabupaten Boyolali belum terpenuhi, masih banyak masyarakat (KK) yang belum mempunyai jamban/sharing, AKI-AKB masih tinggi, gizi buruk, stunting dan adanya indikasi peningkatan penyakit tidak menular. Selain permasalahan tersebut jika memperhatikan indikator/tatanan kota sehat, Boyolali masih di level ke 3 (swastisaba padapa), baru 2 (dua) indikator/tatanan yang mendapatkan penilaian baik. Mengingat kondisi yang ada diperlukan terobosan dan strategi yang berbeda sebelumnya, Upaya percepatan pembangunan kesehatan di kabupaten Boyolali dilakukan dengan melibatkan seluruh unsur/komponen yang ada (pemerintah, swasta dan masyarakat) baik yang ada di tingkat kabupaten, kecamatan dan desa. Semua komponen tidak hanya difungsikan sebagai obyek tetapi diberikan kesempatan yang sama untuk ikut merencanakan sekaligus sebagai pelaku dalam rangka pencapaian tujuan. Tujuan dilaksanakannya aksi perubahan Program Boyolali Sehat agar tercipta kondisi Kabupaten yang sehat, bersih, aman dan nyaman untuk ditinggali masyarakatnya dan sebagai tempat untuk bekerja dan berkarya bagi warganya dengan terlaksananya berbagai program pembangunan berwawasan kesehatan sehingga dapat meningkatkan sarana, produktivitas dan perekonomian masyarakat.
(1). meningkatkan peran dan partisipasi masyarakat, pemerintah dan swasta (2). mewujudkan kondisi wilayah yang bersih, sehat, aman dan nyaman untuk dihuni dan sebagai tempat bekerja bagi warganya dengan terlaksananya berbagai program-program kesehatan dan sektor lain sehingga dapat meningkatkan sarana, produktivitas dan perekonomian masyarakatnya
Derajat kesehatan masyarakat meningkat
SIMPLE BOSE (Sinergisitas Implementasi Boyolali Sehat Berbasis Pendekatan Kecamatan) Kabupaten Boyolali pada tahapan jangka pendek tidak hanya 3 kecamatan yang menjadi pilot project tetapi sudah terlaksana di semua (22) kecamatan yang ada di Kabupaten Boyolali Adanya perkembangan dalam pembentukan jejaring penanganan ODGJ dan tunawisma sekaligus pembentukan group untuk mempermudah komunikasi dan koordinasi dalam penanganan masalah yakni dengan penanganan pasung dan ODGJ yang berbasis prean kewilayahan diantaranya camat dan Kepala Puskesmas