READ ALOUD BOOK MATERI MENGENAL ASMAUL HUSNA “AR-RAHMAN” BERBASIS CANVA

A. Dasar Hukum Inovasi yang dikembangkan untuk membuat media pembelajaran kreatif dalam meningkatkan kemampuan murid dalam membaca dan memahami materi pelajaran. Dasar hukum Inovasi ini : 1) Peraturan Daerah Kabupaten Boyolali Nomor 17 Tahun 2021 tentang Inovasi Daerah 2) Peraturan Bupati Boyolali No. 77 Tahun 2022 tentang petunjuk pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Boyolali Nomor 17 Tahun 2021 B. Permasalahan Dalam jurnal berjudul “Penerapan Model Pembelajaran Reading Aloud Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Siswa Sekolah Dasar Kelas Dua” yang ditulis oleh Irbah Dhiya Ulhaq dan kawan-kawan menunjukkan bahwa kemampuan membaca memiliki peran penting dalam keberlangsungan proses pembelajaran. Kemampuan dalam pelafalan, pemamahan terhadap konteks dan penambahan kosa kata. Untuk memenuhi kompetensi ini, guru membutuhkan suatu media yang mampu membantu untuk menstimulus dan meningkatkan kemampuan membaca murid. C. Isu Strategis 1) Kendala dalam kemampuan membaca yang rendah, kurangnya motivasi belajar murid menjadi isu dalam mencapai tujuan pembelajaran bersama. 2) Adanya murid yang belum memahami konteks bacaan, sehingga butuh penjelasan berulang dari guru. D. Metode Pembaharuan Sebelum adanya inovasi Read Aloud Book, media pembelajaran yang digunakan guru masih bersifat monoton. Dengan adanya inovasi ini, murid dapat lebih semangat membaca karena disertai gambar-gambar yang menarik sesuai konteks. Kosa kata murid juga bertambah karena dibacakan secara nyaring oleh guru. 1) Inovasi yang akan dilaksanakan merupakan salah satu langkah untuk meningkatkan kemampuan membaca murid SDN 2 Sumberagung. 2) Inovasi yang akan dilaksanakan merupakan model pembelajaran berbasis teknologi informasi. E. Kebaharuan Materi mengenal Asmaul Husna Ar-Rahman disajikan lebih kreatif berupa read aloud book yang disusun menggunakan aplikasi Canva. Penyajian disertai gambar yang menarik dan dibacakan secara nyaring oleh guru. F. SOP Inovasi Read Aloud Book Materi Mengenal Asmaul Husna “Ar-Rahman” Berbasis Canva Mula-mula, guru mendesain buku read aloud di Canva. Aplikasi ini cukup mudah digunakan karena memiliki berbagai pilihan template. Tetapi, guru menggunakan ukuran dan desain sendiri menyesuaikan kebutuhan murid di kelas. Selanjutnya, kegiatan pembelajaran menggunakan read aloud book berbasis Canva dilakukan dalam beberapa tahap yang terdiri dari persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Pada tahap persiapan, guru memberikan gambaran pada murid tentang materi pelajaran yang akan disampaikan dengan metode read aloud. Setelah persiapan cukup matang, pembelajaran dilakukan pada tahap pelaksanaan yaitu dengan menampilkan read aloud book yang sudah didesain pada Canva menggunakan proyektor. Guru membacakan nyaring dengan melibatkan murid secara aktif dalam cerita. Memberikan suara dan intonasi yang menarik pada setiap karakter berbeda untuk membuat cerita lebih hidup. Waktu yang digunakan dalam tahap ini adalah tiga puluh menit. Alokasi waktu ini menyesuaikan dengan situasi dan kondisi pembelajaran. Selama sesi read aloud, guru dapat mengajak murid berdiskusi tentang pelajaran yang bisa dipetik dari cerita tersebut. Tahap terakhir yaitu evaluasi. Bagi murid yang dapat menceritakan kembali isi cerita diberikan penghargaan berupa poster card.
Tujuan Inovasi Read Aloud Book Materi Mengenal Asmaul Husna “Ar-Rahman” Berbasis Canva: 1) Meningkatkan kemampuan murid dalam membaca dan memahami materi pelajaran 2) Memperkaya media pembelajaran yang digunakan oleh guru
Manfaat dari Inovasi Read Aloud Book Materi Mengenal Asmaul Husna “Ar-Rahman” Berbasis Canva: 1) Murid lebih bersemangat dalam pembelajaran 2) Media pembelajaran yang digunakan makin bervariasi 3) Pembelajaran jadi berkualitas
Hasil menunjukkan bahwa murid menyukai kegiatan read aloud, membantu meningkatkan konsentrasi dan pemahaman terhadap isi buku, kepercayaan diri, cara berkomunikasi lisan dan mendorong semangat murid untuk belajar. Read aloud yang telah dibuat membantu guru dalam menyampaikan materi pelajaran dengan media yang tepat. Lebih lanjut, media pembelajaram jadi lebih bervariasi.