Di beberapa negara, SMP berlaku sebagai jembatan antara sekolah dasar dengan sekolah menengah atas. Namun istilah tersebut dapat dipergunakan secara berbeda di beberapa negara, kadang-kadang saling berbanding terbalik. Untuk negara-negara yang mempergunakan bahasa Tionghoa, khususnya di Tiongkok, Taiwan dan Hong Kong, juga di Italia (= scuola media), SMP berkonotasi yang sama dengan secondary school.
Oleh karenanya di beberapa istilah di pemerintahan dan institusi pendidikan, SMP adalah nama lain dari "junior high school", yang pada dasarnya suatu sekolah setelah sekolah dasar. Penamaan sebagai junior high mulai muncul sekitar tahun 1909 pada waktu pendirian sekolah Indianola Junior High School di Columbus, Ohio.
Dalam dunia pendidikan masalah yang kita hadapi saat ini adalah diberlakukannya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) ataupun Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTM Terbatas) akibat pandemi Covid-19. Hal ini tentu membutuhkan penyesuaian baik dari pihak guru maupun peserta didik. Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pada hakikatnya adalah proses mentransfer ilmu dari tenaga pendidik kepada peserta didik, proses tersebut dapat dilakukan secara formal maupun non formal. Kualitas KBM akan menentukan capaian hasil belajar peserta didik, semakin baik kualitas KBM maka capaian hasil belajar peserta didik juga akan semakin baik. Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas KBM adalah dengan melaksanakan evaluasi pembelajaran yang inovatif. Hal tersebut bertujuan agar dapat menganalisis keberhasilan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran dan menerapkan tindak lanjut seperti program pengayaan atau remedial. Inovasi ini dibuat berdasarkan identifikasi beberapa isu permasalahan yang penulis temukan selama menjadi guru mata pelajaran Penjaskes di SMP Negeri 1 Gladagsari. Sumber isu permasalahan yang diangkat dapat berasal dari individu, unit kerja, maupun organisasi. Kondisi saat ini di satuan kerja penulis adalah evaluasi pembelajaran penjaskes yang diterapkan guru masih manual, terbatas pada hasil akhir tanpa adanya tindak lanjut.
Inovasi ini di buat penulis untuk mengatasi permasalahan Masih manualnya pelaksanaan evaluasi pembelajaran penjaskes di SMP N 1 Gladagsari Kabupaten Boyolali. Dengan adanya inovasi tersebut sehingga secara umum dapat memberikan dampak perubahan mutu Pendidikan kearah yang lebih baik di satuan kerja penulis dan pada lingkup Pendidikan di Kabupaten Boyolali pada umumnya.
Bertujuan agar dapat menganalisis secara digital keberhasilan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran dan menerapkan tindak lanjut seperti program pengayaan atau remedial sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kualitas kegiatan belajar mengajar dengan melaksanakan evaluasi pembelajaran yang inovatif
Dengan menggunakan aplikasi analisis hasil pembelajaran yang bisa digunakan untuk menganalisis 5 tipe soal pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, menjodohkan, isian singkat dan uraian maka guru akan mudah melakukan asesmen pembelajaran dalam menentukan tingkat kesukaran suatu soal, daya pembeda soal, validitas dan reliabelitas soal yang digunakan penilaian pengetahuan pesertadidik dan dapat digunakan untuk melakukan tindak lanjut hasil penilaian.
Hasil inovasi telah digunakan untuk menganalisis setiap kegiatan asesmen yang dilakukan penulis disatuan kerja.