Angka Kematian Ibu menjadi indikator yang menggambarkan kesejahteraan ibu di suatu wilayah. Angka kematian ibu salah banyaknya kematian perempuan pada saat hamil atau selama 42 hari sejak terminasi kehamilan tanpa memandang kama dan tempat persalinan yang disebabkan karena kehamilan atau pengelolaannya dan bukan karena sebab-sebab lain per 100.000 eklahiran hidup.
Kasus kematian ibu di Kabupaten Boyolalu tahun 2022 sebanyak 20 kasus berada di rangking 5 tingkat Jawa Tengah sebesar 29% penyebab kematian ibu itu akibat kasus Pre Eklamsia.
Di wilayah kerja Puskesmas mUsuk terdapat kasus kematian ibu sebanyak 1 orang dan kasus kematian bayi sebanyak 5 orang disebabkan karena Asfiksia, BBLR.
Adapun pelaporan program KIA Tahun 2022 yang sudah mencapau target 100persenyaitu K1 101,55 persen, K6 100,22 persen, persalina dan
N3 108,07persendan yang belum mencapai target yaitu dalam satu tahun.
Dengan diselenggarakannya program inovasi “MAS MUSTAKIM” yaitu singkatan dari Masyarakat Musuk Tanggap Menurunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi diharapkan dapat meningkatkan cakupan KIA dan dapat bekerjasama dengan masyarakat agar tanggap terhadap keadaan ibu hamil dan bayi terutama yang beresiko tinggi di lingkungan sekitar tempat tinggalnya. Inovasi ini diharapkan dapat menurunkan angka kejadian komplikasi pada ibu dan bayi sehingga angka kematian ibu dan bayi dapat dicegah
Angka Kematian Ibu menjadi indikator yang menggambarkan kesejahteraan ibu di suatu wilayah. Angka kematian ibu salah banyaknya kematian perempuan pada saat hamil atau selama 42 hari sejak terminasi kehamilan tanpa memandang kama dan tempat persalinan yang disebabkan karena kehamilan atau pengelolaannya dan bukan karena sebab-sebab lain per 100.000 eklahiran hidup.
Kasus kematian ibu di Kabupaten Boyolalu tahun 2022 sebanyak 20 kasus berada di rangking 5 tingkat Jawa Tengah sebesar 29% penyebab kematian ibu itu akibat kasus Pre Eklamsia.
Di wilayah kerja Puskesmas mUsuk terdapat kasus kematian ibu sebanyak 1 orang dan kasus kematian bayi sebanyak 5 orang disebabkan karena Asfiksia, BBLR.
Adapun pelaporan program KIA Tahun 2022 yang sudah mencapau target 100persen yaitu K1 101,55persen, K6 100,22persen, persalina dan N3 108,07persendan yang belum mencapai target yaitu dalam satu tahun.
Dengan diselenggarakannya program inovasi “MAS MUSTAKIM” yaitu singkatan dari Masyarakat Musuk Tanggap Menurunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi diharapkan dapat meningkatkan cakupan KIA dan dapat bekerjasama dengan masyarakat agar tanggap terhadap keadaan ibu hamil dan bayi terutama yang beresiko tinggi di lingkungan sekitar tempat tinggalnya. Inovasi ini diharapkan dapat menurunkan angka kejadian komplikasi pada ibu dan bayi sehingga angka kematian ibu dan bayi dapat dicegah
Menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu bayi di wilayah Puskesmas Musuk
1. Mengetahui jumlah ibu hamil dan bayi beresiko tinggi diwilayah kerja Puskesmas Musuk
2. Meningkatkan peran masyarakat dalam upaya penyelamatan ibu dan bayi
3. Meningkatkan koordinasi/kerjsama antara puskesmas dnegan lintas sektor dalam upaya penurunan AKI dan AKB
Memanfaatkan mobil siaga desa dalam mecegah keterlambatan dalam rujukan ibu dan bayi
1. Membentuk tim pencegahan dan penurunan AKI dan AKB
2. Membentuk kelas vatin pintar
3. Membentuk kelas ibu hamil
4. Membentuk Grup WA ibu Hamil di masing-masing dsea
5. Membentuk tim mampu salin di Puskesmas
6. Membentuk tim gawat daryrat maternal neonatal di puskesmas
Melakukan kunuungan ibu hamil, nifas, bayi, dan balita beresiko