Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah, setiap lembaga pemerintah didorong untuk melaksanakan inovasi yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja Pemerintah Daerah. Hal tersebut juga sejalan Peraturan Daerah Kabupaten Boyolali Nomor 17 Tahun 2021 tentang Inovasi Daerah serta Surat Edaran Bupati Nomor 2368 Tahun 2023 tentang Budaya Inovasi di Lingkungan Pemerintahan Kabupaten Boyolali. Sasaran inovasi dapat ditujukan untuk peningkatan pelayanan publik, pemberdayaan dan peran serta masyarakat, serta peningkatan daya saing daerah. Khususnya berkaitan dengan peningkatan pelayanan publik, sekolah memiliki peran untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam bentuk layanan pendidikan.
Pendidikan pada masa kini, yang dipengaruhi oleh prinsip-prinsip pembelajaran abad 21 serta nilai-nilai merdeka belajar, mengubah teori serta praktik pembelajaran di sekolah yang semula berpusat pada guru (teacher-centered) menjadi pembelajaran yang berpusat pada siswa (student-centered). Siswa diberikan kesempatan dan difasilitasi untuk mengembangkan potensi sesuai minat mereka berdasarkan kegiatan-kegiatan pembelajaran yang bermakna (meaningful), baik melalui kegiatan intrakurikuler, ekstrakurikuler, maupun kokurikuler.
Melalui ketiga jenis kegiatan kurikuler tersebut, siswa didorong untuk menciptakan karya yang berdiferensiasi; baik berupa foto atau gambar, teks, maupun video. Penciptaan karya tersebut tidak terlepas dari pemanfaatan teknologi yang terus berkembang pesat dan dinamis saat ini. Tidak hanya dalam hal penciptaan karya, teknologi juga dapat dimanfaatkan di sekolah dalam hal penyimpanan, dokumentasi, penyortiran, dan pameran karya. Untuk mengakomodasi fungsi-fungsi tersebut, diperlukan wadah atau platform digital dan berbasis online yang dapat menyimpan karya siswa dalam jangka waktu yang lama dan dapat diakses oleh banyak pihak secara fleksibel.
Oleh karena itu, SMPN 1 Karanggede melakukan inovasi berupa digitalisasi kumpulan karya siswa melalui laman Google Sites. Pada laman tersebut, karya siswa sebagai hasil maupun proses pembelajaran, baik berupa foto/gambar, teks, maupun video ditampilkan per tingkat (kelas VII, VIII, dan IX) sesuai mata pelajaran yang berkaitan. Karya-karya tersebut juga dapat diakses oleh masyarakat umum dengan mudah.
Adapun laman Google Sites berisi Kumpulan karya siswa SMPN 1 Karanggede dapat diakses melalui link berikut:
https://sites.google.com/view/karyasiswaessika
(1) Melakukan digitalisasi karya siswa SMPN 1 Karanggede berbasis online
(2) Mendokumentasikan, menyortir, dan menyimpan hasil karya siswa, baik berupa foto, file, maupun video berbasis digital untuk jangka waktu lama
(3) Menunjukkan hasil karya siswa SMPN 1 Karanggede kepada publik
(1) Platform exhibition/pameran hasil karya siswa kepada publik secara online
(2) Platform dokumentasi karya siswa bagi guru
(3) Menambah referensi bagi guru, siswa, dan pihak lainnya terkait kegiatan pembelajaran dan tugas siswa
Inovasi ini digagas dan dilaksanakan berdasarkan identifikasi salah satu isu yang ditemukan di SMP Negeri 1 Karanggede, yaitu belum efektifnya metode penyimpanan dan pameran hasil karya siswa selama maupun setelah melakukan proses pembelajaran. Menanggapi isu tersebut, solusi yang telah diterapkan di SMPN 1 Karanggede yaitu digitalisasi hasil karya siswa melalui Laman Google Sites. Laman Google Sites tersebut dapat diakses melalui link berikut: https://sites.google.com/view/karyasiswaessika
Pada laman tersebut, guru maupun admin dapat mengunggah hasil karya siswa sesuai mata pelajaran (Bahasa Indonesia, Pendidikan Agama, Matematika, PPKn, IPA, Bahasa Jawa, IPS, TIK, Prakarya, Bahasa Inggris, PJOK, Seni Budaya, atau P5) serta dikategorikan berdasarkan kelas (kelas 7, 8, dan 9).
Hasil karya siswa pada laman google sites tersebut dapat diakses oleh umum, yaitu oleh siapa saja, baik oleh guru, siswa, wali murid, maupun masyarakat umum. Para pengguna google sites tersebut mengisi link buku tamu yang telah disediakan, dan diperoleh hasil bahwa sebanyak 230 orang telah mengakses hasil karya siswa pada Laman Google Sites.
Melalui angket yang dibagikan kepada 100 responden (siswa), diperoleh hasil bahwa responden merasa lebih dihargai dengan adanya digitalisasi hasil karya yang mereka buat selama proses pembelajaran (88%). Selain itu, dengan adanya digitalisasi hasil karya siswa, sebanyak 75% responden menjadi lebih termotivasi dalam mengerjakan tugas. Melalui laman google sites tersebut, siswa juga tertarik untuk melihat dan mengapresiasi karya yang dihasilkan oleh siswa lain (94%).