REMAS GULING (Remaja Masa Kini Tanggulangi Stunting)

Inovasi Remas Guling (Remaja Masa Kini Tanggulangi Stunting) merupakan salah satu upaya dalam pencegahan dan penurunan stunting di Kecamatan Wonosamodro. Upaya pencegahan dan penurunan stunting perlu dilakukan secara komprehensif serta melibatkan berbagai pihak, mulai dari tahap perencanaan hingga tahap pemantauan dan evaluasinya. Upaya pencegahan stunting dilakukan melalui dua jenis intervensi, yaitu intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif. Intervensi gizi spesifik menyasar penyebab langsung stunting dan intervensi gizi sensitif menyasar penyebab tidak langsung stunting. Perbaikan gizi pada remaja melalui intervensi gizi spesifik seperti pendidikan gizi, fortifikasi dan suplementasi serta penanganan penyakit penyerta perlu dilakukan. Tujuannya, untuk meningkatkan status gizi remaja, memutus rantai inter-generasi masalah gizi, masalah penyakit tidak menular dan kemiskinan. Salah satu intervensi gizi spesifik yang dilakukan adalah dengan melakukan edukasi kepada remaja putri di sekolah maupun di desa yaitu dengan penyuluhan tentang anemia dan gizi seimbang, diberikan Tablet Tambah Darah (TTD) setiap 1 minggu 1 kali, pemeriksaan berkala, pemantauan pertembuhan di posyandu remaja bekerjasama dengan program yang lainnya. Sedangkan untuk intervensi gizi sensitif dilakukan dengan kolaboratif antar dinas terkait dalam mencegahan dan penurunan stunting ini, misalnya dalam REMAS GULING ini kita bekerjasama dengan Dinas Pendidikan untuk melakukan kegiatan di sekolah. Sasaran dalam kegiatan ini adalah remaja putri usia 12 – 18 tahun. Kegiatan pokok dari inovasi “Remaja Masa Kini Tanggulangi Stunting (REMAS GULING)” ditekankan ke arah promotif dan preventif, antara lain : 1. Upaya pencegahan dan penanggulangan Kurang Energi Kronis (KEK). 2. Upaya pencegahan dan penanggulangan anemia. 3. Upaya pencegahan dan penanggulangan gizi lebih. Rincian Kegiatannya adalah sebagai berikut : 1. Penyuluhan/ edukasi gizi pada remaja putri 2. Pemantauan pertumbuhan (Posyandu remaja) 3. Pemeriksaan kesehatan berkala anak sekolah 4. Pemberian tablet tambah darah pada remaja putri Kualitas kesehatan remaja menjadi kunci dalam mencegah stunting sejak dini karena remaja putri inilah yang nantinya akan melahirkan generasi penerus. Bila remaja putrinya sehat dan berkualitas diharapkan nanti akan melahirkan generasi yang sehat, tangguh dan berkarakter serta akan mengurangi resiko generasi yang kurang gizi ataupun stunting. Stunting ini merupakan permasalahan yang tidak bisa diselesaikan dengan satu cara, melainkan harus diselesaikan dari segala tingkatan, terutama dengan meningkatkan kualitas remaja putri yang kelak akan melahirkan generasi selanjutnya.
1) Tujuan umum a. Menurunkan prevalensi stunting di Puskesmas Wonosamodro Boyolali. 2) Tujuan khusus a. Meningkatkan pengetahuan remaja tentang stunting dan anemia. b. Meningkatkan pengetahuan remaja tentang gizi yang tepat bagi remaja.
a) Masyarakat Wonosamodro lebih sehat dan lebih peduli terhadap stunting dimulai dari sejak remaja. b) Terdapat komunikasi antar remaja putri, tenaga kesehatan, linpro dan linsek.
Program inovasi Remas Guling berjalan rutin, remaja putri disekolah maupun didesa setiap minggu mengkonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), terdapat posyandu remaja dan program penjaringan sekolah setiap tahun ajaran baru di sekolah baik SMP maupun SMA (usia 12-18 tahun).