OPTIMALISASI WEBSITE SEKOLAH SEBAGAI INOVASI SUMBER BELAJAR DALAM MENGHADAPI PEMBELAJARAN DI ERA PANDEMI DI SMP NEGERI 1 JUWANGI KABUPATEN BOYOLALI

Peraturan Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Nomor 16 Tahun 2022 mengamanatkan agar pembelajaran di sekolah hendaknya memfasilitasi siswa untuk mengembangkan kompetensi mereka dalam penggunaan teknologi informasi guna menghadapi era digital. Pandemi yang melanda Indonesia sejak 2020 mengakibatkan proses pembelajaran bergeser dari pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran daring sejak Maret 2020 hingga Januari 2022. Kondisi tersebut menuntut siswa untuk aktif dalam mencari sumber belajar guna mendukung pembelajaran daring. Letak geografis wilayah Kecamatan Juwangi yang berada di wilayah terluar Kabupaten Boyolali mengakibatkan terbatasnya akses internet untuk siswa. Akibatnya, banyak siswa, khususnya siswa SMP Negeri 1 Juwangi tidak dapat secara optimal mengikuti pembelajaran daring. Kondisi ini diperparah dengan banyaknya sumber-sumber belajar di internet yang kurang kredibel, menyebabkan siswa banyak mengalami misinformasi terkait materi pelajaran, serta kurang dapat memahami materi pelajaran secara optimal. Revolusi industri 4.0 atau juga yang biasa dikenal dengan istilah “cyber physical system” yang merupakan sebuah fenomena dimana terjadinya kolaborasi antara teknologi siber dengan teknologi otomatisasi membawa banyaknya perubahan di berbagai sektor, termasuk sektor pendidikan di Indonesia. Dalam rangka menghadapi tuntutan masyarakat industri 4.0 dan permasalahan ketertinggalan kompetensi akibat pembelajaran daring di masa pandemi, SMP Negeri 1 Juwangi memunculkan inovasi optimalisasi pemanfaatan website sekolah sebagai inovasi sumber belajar dalam menghadapi pembelajaran di era pandemi. Inovator yang juga merupakan guru IPA di SMP Negeri 1 Juwangi melakukan pengembangan dengan mengadopsi model Borg dan Gall (1983). Inovator melakukan telaah referensi dan sumber untuk kemudian melakukan perencanaan pengembangan website. Inovator menyiapkan hosting dan memilih Wordpress sebagai CMS untuk mengembangkan elearning dengan pertimbangan fleksibilitas dan kemampuan inovator. Beberapa konten materi pembelajaran dan soal-soal evaluasi dimuat dalam elarning untuk selanjutnya diujicobakan pada anggota OSIS dan beberapa guru, termasuk kepala sekolah dan wakil kepala sekolah sebagai validator. Umpan balik yang diperoleh digunakan untuk melakukan revisi. Kontenkonten dengan jumlah lebih banyak dan lebih bervariasi disiapkan dengan melibatkan rekan-rekan guru. Elarning yang telah siap kemudian digunakan oleh seluruh guru dan siswa SMP Negeri 1 Juwangi pada pembelajaran daring sepanjang tahun 2021. Inovasi ini mengintegrasikan elearning pada website sekolah sehingga tersedia media dan sumber belajar yang kredibel dan akuntabel, di mana siswa dapat belajar dari mana saja dan kapan saja guna meningkatkan kompetensi yang sempat tertinggal akibat pandemi. Siswa dapat mengakses materi pelajaran, soal-soal latihan, dan melakukan evaluasi materei-materi pelajaran yang telah dipelajari. Materi pelajaran, soal-soal latihan, dan soal-soal evaluasi bukan hanya berasal dari jenjang/tingkat saat ini siswa berada melainkan juga dari jenjang/tingkat sebelum atau sesudahnya. Siswa yang sebelumnya kesulitan dalam mengikuti pembelajaran, kini telah meningkat lebih baik dalam hal mengikuti pembelajaran dan mengerjakan tugas-tugas dari guru. Berdasarkan pantauan pada database, terdapat total 605 pengguna, terdiri atas 576 siswa dan 29 guru. Dari jumlah tersebut, terpantau 336 users, atau 56 persen dari pengguna total masih aktif menggunakan elarning hingga saat ini meskipun pembelajaran telah kembali normal. Artinya, elarning ini memberikan dampak positif dan memberikan manfaat bagi pengguna, yakni guru dan siswa SMP Negeri 1 Juwangi.
Menyediakan media dan sumber belajar yang kredibel dan akuntabel bagi siswa guna meningkatkan kompetensi siswa yang tertinggal akibat pembelajaran di masa pandemi.
Meningkatkan kompetensi siswa dalam aspek kognitif, psikomotor, dan afektif serta meningkatkan kapasitas guru dalam mengelola pembelajaran, terutama pembelajaran berbasis teknologi informasi.
Tersedianya elearning yang dapat diakses kapan saja dan dari mana saja oleh siswa dan guru sehingga pembelajaran tidak terbatas oleh ruang dan waktu guna mengejar ketertinggalan kompetensi akibat pembelajaran di masa pandemi.