Kegiatan inti perpustakaan adalah simpan dan temu kembali informasi informasi. Di Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Kabupaten Boyolali, kegiatan simpan dan temu kembali informasi telah terotomasi dengan memanfaatkan aplikasi otomasi perpustakaan Inlislite. Di dalam aplikasi otomasi perpustakaan Inlislite telah menyediakan OPAC (Online Public Access Catalog) sebagai sarana temu kembali informasi. Namun temu kembali informasi informasi tidak akan akurat jika antara data di aplikasi otomasi perpustakaan Inlislite dan buku di rak tidak sinkron. Ada beberapa keluhan dari pemustaka tentang kesulitan dalam mencari koleksi buku di rak, meskipun telah merujuk informasi di OPAC(Online Public Access Catalog) khususnya di layanan
Koleksi Refrensi. Permasalahan yang ditemukan yaitu Kurang akuratnya temu kembali informasi di layanan refrensi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Boyolali.Gagasan pemecahan untuk isu tersebut terdapat 5 (lima) kegiatan yang telah dilaksanakan. Kegiatan tersebut meliputi : Menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) terkait Stock Opname Koleksi Refrensi; Melakukan Stock Opname Koleksi Refrensi; Melakukan Sosialisasi SOP Stock Opname Koleksi Refrensi; Melakukan Proses Pasca Stock Opname; Serta melakukan evaluasi dan laporan hasil kegiatan Stock Opname Koleksi Refrensi.Seluruh kegiatan telah dilaksanakan dengan baik. Kegiatan yang telah dilaksanakan terbukti efektif mampu mengoptimalkan temu kembali informasi di Layanan Refrensi yang sebelum stock opname sebanyak 47,5 %, setelah dilaksanakan stock opname menjadi 100%. Melalui kegiatan stock opname.Kegiatan aktualisasi ini juga bermanfaat bagi Pegawai Dinas Arpus khususnya bidang perpustakaan, Instansi, serta pengunjung perpustakaan.
Dari kegiatan yang telah dilaksanakan terdapat temuan-temuan diantaranya:
1. Buku yang ada di data namun tidak ada di rak sebanyak 307 buku.
2. Buku yang ada di rak namun tidak ada di data sebanyak 405 buku.
3. Buku rusak fisik yang perlu perbaikan sebanyak 89 buku.
Dari temuan-temuan tersebut telah ditindak lanjuti sehingga didapatkan data sebagaoi berikut:
1. Data Koleksi Refrensi sebanyak 2745 buku.
2. koleksi yang telah sinkron sebanyak 2437 buku.
3. Data tidak ditampilkan di OPAC sebanyak 308 buku.
4. Buku dikirim ke pengolahan sebanyak 89 buku.
Tujuan dari kegiatan Stock Opname adalah untuk meningkatkan akurasi temu kembali informasi di perpustakaan Daerah Kabupaten Boyolali.
Manfaat yang diperoleh:
1. masyarakat mendapatkan informasi yang dibutuhkan dengan akurat
2. kegiatan stock opname dapat berjalan dengan efektif dengan memanfaatkan aplikasi inlislite
3. menjadi panduan kegiatan stock opname di masa mendatang
Data koleksi yang telah sinkron dengan keadaan sebenarnya di rak