Strategi Hospital without wall, dengan lintas sektor kesehatan(LINSEKES) dan optimasi peran dokter spesialis( PRA, INTRA DAN PASCA Hospital) pada Rumah Sakit Umum Daerah Pandan Arang, Kabupaten Boyolali

Seluruh isu kesehatan dalam SDGs diintegrasikan dalam satu tujuan yakni tujuan nomor 3, yaitu menjamin kehidupan yang sehat dan mendorong kesejahteraan bagi semua orang di segala usia. Terdapat 38 target SDGs di sektor kesehatan yang perlu diwujudkan. Pembangunan sektor kesehatan untuk SDGs sangat tergantung kepada peran aktif seluruh pemangku kepentingan baik pemerintah pusat dan daerah, salah satu peran penting yang dapat dilakukan Rumah Sakit Pemerintah adalah pengembangan kegiatan rumah sakit dalam bentuk hospital without wall, yang kegiatannya akan dikaitkan dengan pencapaian SDGs. Keberhasilan pembangunan kesehatan memerlukan keterpaduan baik Lintas Program maupun Lintas Sektor. Penyelenggaraan Program Kesehatan memerlukan dukungan Lintas Sektor terkait. Adanya dokter spesialis di Rumah sakit dapat ditingkatkan perannya melalui konsep telemedicine, rujukan balik, pelayanan berupa promotif dan preventif kesehatan kepada masyarakat atau yang lebih dikenal dengan jemput bola, berdasarkan pemetaan pola penyakit di wilayah tertentu dan membangun jejaring kesehatan dengan fasilitas kesehatan setempat baik pusat kesehatan masyarakat maupun pelayanan yang diampunya. Pengembangan pelayanan Rumah sakit baik Pra, Intra dan pasca hospital, perlu dikembangkan disamping mengacu pada konsep hospital without wall, juga layanan Intra yakni, Emergency Medical Serviceyang sangat dibutuhkan masyarakat. Untuk pre dan pasca hospital rumah sakit diharapkan berperan sebagai asuhan kesehatan masyarakat pendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat baik promotif, dan edukatif. Berdasarkan SOAR analysis dimaksud, maka strategi terhadap permasalahan penurunan kinerja rumah sakit dalam melaksanakan tugas dan fungsinya diperlukan adanya revitalisasi rumah sakit klas B dan optimalisasi membangun jejaring lintas sektor dan fasilitas kesehatan dalam peran serta menurunkan kemiskinan di Kabupaten Boyolali.Solusi dan Inovasi : Digitalisasi pelayanan dengan Booking antrian pendaftaran rawat jalan, Electronic farmasi, Electronic rekam medis, Emergency medical service, Revitalisasirumahsakit : Telekonsultasi yang mudahdiakses dan tidak berbayardengandokterspesialis (daerahbinaan), Manajemen Pelayanan Pasien dengan home visite, home care , monitoring dan konsultasi pasca rawatinap, Rumah sakit tanpa dinding, Membangun jejaring fasilitas kesehatan untuk pemetaan penyakit berbasis data wilayah: Sosialisasi dokter spesialis berdasarkan pemetaan penyakit di wilayah binaan faskes primer, Mentoring dokter spesialis obgyn dan anak dalam rangka menurunkan AK/AKB dan stunting di wilayah binaan faskes primer, Mentoring dokter spesialis paru terkait tuberculosis resisten obat di wilayah dengan angka TB terbanyak., Membangun jejaring dan kolaborasi dengan pengampu disetiap wilayah, Membangun jejaring dan kolaborasidenganrelawankesehatandisetiap wilayah
Mewujudkan Misi ke 2 Bupati Boyolali yaitu Boyolali sehat, tangguh, cerdas, berkarakter dan berbudaya
1. Pemerintah. a. Mendukung Visi Bupati Boyolali yaitu Boyolali Maju, Melanjutkan Pro Investasi b. Memperkuat pembangunan kesehatan di kabupaten Boyolali c. Meningkatkan kesejahteraan dan menurunkan kemiskinan; d. Menyediakan data base dokter spesialis beserta daerah binaannya yang valid dan dapat dipergunakan untuk kepentingan pemerintahan. 2. Pengusaha. Dapat melaksanakan kegiatan CSR terkait peningkatan kesehatan pasien penerima PBI secara berkesinambungan utamanya dalam mendukung upaya kebijakan pemerintah daerah dalam penurunan kemiskinan 3. Masyarakat. Perubahan perilaku masyarakat dalam perilaku hidup bersih dan sehat serta pandangan baru tentang kesehatan perorangan dan kesehatan komunitas sehingga akan meningkatkan derajat kesehatan, meningkatkan kesejahteraan dan menurunkan kemiskinan
Outcome dari proyek perubahan ini adalah : 1. Pelayanan kesehatan sudah dilaksanakan dari awal pasien kontak dengan tenaga kesehatan di rumah sakit dengan telekonsultasi; 2. Pelayanan pasien dilaksanakan pre hospital, intra hospital dan pasca hospital dengan menggunakan electronic rekam medik; 3. Kebijakan dan peraturan terkolaborasinya stakeholder terkait pelayanan pasien penerima PBI dan program nasional dapat dilaksanakan dengan lebih baik; 4. Peran serta semua pihak (pentahelix) untuk mewujudkan Boyolali sehat