SAKTUMIL (Satu Kader Satu Bumil)

Program pembangunan kesehatan di Indonesia dewasa ini masih diprioritaskan pada upaya peningkatan derajat kesehatan Ibu dan anak, terutama pada kelompok yang paling rentan kesehatan yaitu ibu hamil, bersalin dan bayi pada masa perinatal. Hal ini ditandai dengan tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Salah satu upaya penurunan AKI dan AKB maka dilakukan pendampingan dan kunjungan ibu hamil resiki tinggi oleh Kader. Kegiatan pendampingan ini dilakukan dengan memperdayakan kader kesehatan. Kader Kesehatan merupakan sosok paling dekat dengan masyarakat yang mengerti dan memahami budaya social masyarakat sehingga bisa memerikan informasi, bimbingan, dan dukungan kepada ibu hamil. Kader Kesehatan merupakan sumber daya manusia yang memiliki potensi untuk membantu petugas kesehatan dalam pemberdayaan masyarakat untuk mendukung penurunan AKI dan AKB. Banyak lembaga masyarakat dan pemerintah yang menjadi tim penggerak dan pendorong untuk mendukung program-program dalam menurunkan angka kematian ibu dan meningkatkan kualitas kesehatan ibu. Sebagai upaya perbaikan kesehatan ibu dan anak pemerintah berupaya keras meningkatkan kualitas pelayanan untuk mengatasi masalah kesehatan ibu dan anak. Masih adanya kasus kematian ibu (3 kasus pada th 2021) dan tingginya angka kematian bayi (10/1000kh, dari target kabupaten 8,2/1000kh) di wilayah puskesmas teras, serta masih dijumpai kehamilan yang disembunyikan, maka dirasa sangatlah perlu melibatkan peran dari pihak lain terutama kader. Peran kader dalam pendampingan ibu hamil memiliki pengaruh besar salah satunya dengan adanya pendampingan oleh kader dapat merubah perilaku ibu hamil untuk selalu rutin dalam melakukan pemeriksaan kehamilan di fasilitas kesehatan. Untuk melakukan pendampingan dalam rangka pemantauan kesehatan ibu hamil sampai dengan nifas selesai, Mengidentifikasi faktor resiko kehamilan, Memantau kesehatan ibu hamil, Memberikan motivasi dan penyuluhan atau edukasi kepada ibu hamil, keluarga dan orang-orang yang berpengaruh kepada ibu hamil tersebut sehingga ibu hamil bertambah wawasan serta merasa diperhatikan. Selain itu peran kader juga menggerakkan keuarga dan masyarakat untuk mendukung kesehatan ibu dan anak, memberikan penyuluhan kesehatan ibu hamil dan menggali informasi masalah kesehatan yang sedang di alami olah ibu hamil menemukan masalah yang sedang di alami ibu hamil dan melakukan rujukan ke fasilitas kesehatan, melakukan pencatatan dan pelaporan pendampingan ibu hamil.
1. Untuk melakukan pendampingan dalam rangka pemantauan kesehatan ibu hamil sampai dengan nifas selesai 2. Menidentifikasi faktor resiko kehamilan 3. Memantau kesehatan ibu hamil 4. Memberikan motivasi dan penyuluhan kepada ibu hamil, kelurga dan orang-orang yang berpengaruh kepada ibu hamil tersebut.
1. Untuk melakukan pendampingan dalam rangka pemantauan kesehatan ibu hamil sampai dengan nifas selesai 2. Menidentifikasi faktor resiko kehamilan 3. Memantau kesehatan ibu hamil 4. Memberikan motivasi dan penyuluhan kepada ibu hamil, kelurga dan orang-orang yang berpengaruh kepada ibu hamil tersebut.
1. Deteksi Dini risiko tinggi sejak awal 2. Penanganan risiko tinggi ibu hamil sejak awal 3. Menurunnya angka kesakitan Ibu dan Anak