SAKINA (Stop Angka Kematian Ibu dan Anak)

Angka kematian ibu, bayi dan balita di Indonesia masih cukup tinggi. Berdasarkan Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2007 menunjukkan kematian ibu masih 228 per 100.000 KH, kematian bayi 34 per 100.000 KH. Sedangkan jumlah kematian ibu menurut SDKI tahun 2012 menunjukkan 359 per 100.000 KH sedangkan untuk kematian balita 97 per 1000 KH. Upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan ANgka Kematian Bayi (AKB) dan Angka Kematian Balita (AKABA) di JAwa Tengah menjadi salah satu indikator utama dalam pembangunan kesehatan. Tujuan pembangunan Millenium Development Goals (MDG's) 2000, 2015 dan sekarang dilanjutkan dengan Sustainnable Development Goals (SDG's) 2015, 2030 berkomitmen untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Jumlah kematian ibu di Kabupaten Boyolali tahun 2017 mencapai 16 jiwa, sedangkan s.d. bulan Juni 2018 mencapai 13 jiwa. Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2017. Kematian ibu tahun 2018 di Kabupaten Boyolali meliputi kecamatan Ngemplak, Sambi, Musuk, Andong, Juwangi dan Wonosegoro. Faktor penyebab kematian ibu antara lain terlambat pengambilan keputusan, terlambat merujuk, terlambat penanganan. Selain itu ada faktor komplikasi dari si ibu tersebut antara lain pre eklamsi berat (PEB), perdarahan, emboli air ketuban dan penyakit lain lain. Di wilayah Kecamatan Wonosegoro terdapat kasus kematian ibu di Desa Bojong pada bulan April 2017. Penyebab kematian dikarenakan ibu mengalami komplikasi preeklamsi berat (PEB) pada masa nifas. Kematian balita di kecamatan Wonosegoro pada tahun 2017 terdapat 1 kasus dikarenakan anak menderita autis dan cacat bawaan sejak lahir, riwayat kejang berulang. Kematian balita umur 43 bulan tersebut ada di desa Bojong dan terjadi pada bulan Oktober 2017. Melihat dari kasus kematian ibu dan balita tersebut maka Pemerintah Desa Bojong, bidan Desa Bojong dan tokoh masyarakat Desa Bojong berinisiatif membentuk program Stop Angka Kematian Ibu dan Balita (SAKINA). *Kesimpulannya adalah bahwa adanya kematian ibu dan anak di wilayah kerja Puskesmas Wonosegoro, utamanya desa Bojong mendasari lahirnya inovasi Sakina. Inovasi ini berfokus pada kegiatan pendampingan ibu hamil oleh kader kesehatan.*
Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui preventif, promotif secara terpadu dan berkesinambungan. Mencegah dan menurunkan angka kematian ibu dan anak khususnya di desa Bojong, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali.
Menurunkan kasus kematian ibu dan bayi.
Penurunan kasus kematian ibu dan bayi khususnya di desa Bojong, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali.