K-LING (PELAYANAN KB KELILING)

Ber-KB mungkin hal biasa yang sudah dilaksanakan masyarakat untuk menurunkan jumlah kelahiran dan mengatur jarak kehamilan satu dengan yang lainya Namun di kecamatan juwangi jumlah masyarakat yang rutin ber-KB masih belum sesuai harapan demikian keterangan kepala puskesmas juwangi Kebutuhan akan pentingnya keliuarga berencana serta strategi pemilihan alat kontrasepsi masih belum dipahami secara menyeluruh oleh masyarakat juwangi ,sebagian masyarakat hanya ber KB ketika suami suami mereka menjelang pulang dari merantau ,tanpa tahu kapan dan bagaimana waktu yang tepat untuk memulai kontrasepsi. Selain itu pilihan utama yang dipilih dalam ber KB adalah menggunakan alat kontrasepsi suntik sebulan atau per 3 bulan, dimana sering palaksanaan suntiknya tidak sesuai schedul yang ditetapkan tenaga kesehatan.hal ini dikarenakan masyarakat kurang memahami tentang jenis kontrasepsi ,metode pelayanannya ,efek samping dan kapan bisa mengakses pelayanan KB tersebut. Apalagi kondisi geografis juwangi yang dikelilingi daerah berhutan lebih membuat mereka berfikir dua kali untuk melakukan perjalanan jika hanya untuk ber KB saja sehingga jika tidak ada kepentingan lain yang penting seperti belanja atau menghadiri acara kondangan rata rata cenderung enggan untuk datang ke puskesmas dalam rangka mendapat pelayanan KB Jadi,perlu mendekatkan akses pelayanan KB yang terjangkau sekaligus perlu mensosialisasikan secara langsung kepada sasaran tentang “all about KB” sesuai peraturan bupati boyolali nomor 050/646 tahun 2022 tentang penetapan inovasi daerah kabupaten boyolali tahun 2021 dan tahun 2022, dbuatlah inovasi KLING dengan menerbitkan surat keputusan kepala puskesmas juwangi nomor 440.4/445/4.2.22/2022 tentang pelaksanaan KLING Berwal dari sinilah Puskesmas Juwangi merancang sebuah kegiatan bergenre K-ling (pelayanan KB keliling ) dimana layanan ini terjadwal di desa desa dengan akses yang jauh dan atau sulit dari puskesmas secara periodik .kegiatan ini dilaksanakan dengan mengundang WUS desa tersebut untuk mendapat sosialisasi terkait jenis kontrasepsi ,cara pelayanannya,efeksampingnya ,cara pemilihan kontrasepsi /konseling individu dilanjutkan pelkasanan pelayanan KB .adapun pelayanan KB yang dilaksanakan di desa desa adalah suntik,oil,kondom,dan implant .sedang untuk IUD diprogramkan dilaksakan di puskesmas.
meningkatkan kualitas hidup keluarga, karena program ini dapat menyelamatkan kehidupan perempuan serta meningkatkan status kesehatan ibu terutama dalam mencegah kehamilan yg tidak di inginkan
memudahkan Masyarakat yg jauh dari fasyankes untuk mendapatkan haknya dalam pelayanan KB, mencegah kehamilan yg tdk di inginkan, keharmonisankeluarga serta menekan angka kematian ibu dan bayi akibat hamil di usia terlalu muda atau terlalu tua
- dilakukannya pelyanan KB antara suntik, oil, kondom dan implan - menurunkan resiko ibu hamil risti - meningkatkan cakupan program berKB