Pelayanan kesehatan berbasis pemberdayaan masyarakat, Peningkatan kapasitas dan kemampuan kader
Keterampilan yang dimiliki oleh seorang kader posyandu merupakan produk dari tingkat pengetahuan yang dimiliki baik melalui proses pembelajaran dari dalam diri maupun luar diri individu. Kader harus terampil dalam mencatat, membaca dan melakukan pengukuran antropometri, penilaian status gizi serta menyampaikan penyuluhan atau penyebarluasan informasi kesehatan terkait gizi bayi dan balita. Kader juga harus mampu, menggerakkan serta mengajak ibu-ibu sekitar yang
mempunyai bayi dan balita untuk hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan posyandu. Bila kader tidak terampil melakukan tugas ini, maka dapat berdampak pada tingkat kepercayaan masyarakat terutama para ibu di daerah sekitar terhadap keterampilan kader posyandu yang akhirnya akan menurunkan jumlah kunjungan posyandu. Maka pada tahap ini dilakukan penilaian terhadap keterampilan kemampuan dan keahlian kader dalam pengukuran antropometri dan penilaian status gizi.
Refreshing kader adalah kegiatan dalam mengembangkan keterampilan kader dalam pengukuran antropometri dan penilaian status gizi. Pada tahap ini kader akan dilatih dan dibina dalam melakukan pengukuran antropometri dan penilaian status gizi. Pelatihan yang dilakukan terdiri dari pengukuran lingkar kepala, panjang badan, dan berat badan serta pelatihan penilaian status gizi. Tujuan diadakannya pelatihan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan kader posyandu dalam pengecekan status gizi baik balita, ibu hamil, maupun lansia.
Refreshing pengukuran antropometri adalah kegiatan dalam mengembangkan keterampilan kader dalam pengukuran antropometri dan penilaian status gizi. Pada tahap ini kader akan dilatih dan dibina dalam melakukan pengukuran antropometri dan penilaian status gizi. Pelatihan yang dilakukan terdiri dari pengukuran lingkar kepala, Panjang badan, dan berat badan serta pelatihan penilaian status gizi. Tujuan diadakannya pelatihan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan kader posyandu dalam pengecekan status gizi baik balita, ibu hamil, maupun lansia.
Dari data tahun 2022 di Puskesmas Selo tercatat sejumlah 1835 balita yang melakukan penimbangan dari 2025 balita atau 90%. Dengan berdasarkan data diatas maka Puskesmas Selo membuat kerangka acuan sebagai usaha peningkatan pelayanan luar gedung yang bertujuan untuk meningkatkan cakupan balita atau mempertahankan cakupan balita sehingga terus dapat terpenuhi. Kegiatan dilaksanakan rutin setiap tahun. dengan adanya kegiatan ini menjadikan kemampuan kader semakin meninglat sehingga pemberdyaan masyarakat sesuai dengan harapan.
Meningkatkan kemampuan kader
kemampuan kader meningkat
kader mampu mengukur balita dengan baik dan benar