Menurut Peraturan Daerah Kabupaten Boyolali No. 17 Tahun 2021 Pasal 2 mengenai tujuan Inovasi Daerah yaitu untuk meningkatkan kinerja penyelenggaraan Pemerintah Daerah. Untuk mencapai tujuan tersebut, sasaran Inovasi Daerah diarahkan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan publik.
Berdasarkan hasil observasi, terdapat beberapa isu problematik yang muncul di SMP Negeri 3 Mojosongo, yang diidentifikasi bersumber dari aspek Whole of Government (WoG), pelayanan publik, dan manajemen ASN seperti:
1. Kurangnya peran guru dalam menanamkan disiplin dan rasa tanggung jawab pada siswa dalam mengerjakan tugas Bahasa Inggris.
2. Belum optimalnya peran guru dalam meningkatkan minat baca siswa dalam Bahasa Inggris.
3. Guru masih kurang inovatif dalam mefasilitasi siswa dalam pembelajaran Bahasa Inggris.
4. Kurangnya peran guru dalam menanamkan pendidikan karakter pada pembelajaran Bahasa Inggris.
5. Kurangnya peran guru dalam memberikan motivasi belajar Bahasa Inggris siswa
Dari hasil analisis isu APKL dan USG, maka isu prioritas yang harus diselesaikan adalah“Belum optimalnya peran guru dalam meningkatkan minat baca siswa dalam Bahasa Inggris” yang bersumber pada whole of government.
Berdasar uraian di atas, maka gagasan pemecahan isu prioritas adalah “Program English Corner sebagai Upaya Meningkatkan Minat Baca Siswa dalam Bahasa Inggris Kelas VIIG SMP Negeri 3 Mojosongo”. Selanjutnya akan dilaksanakan 5 (lima) kegiatan, yaitu:
1. Menyusun program English Corner dengan pihak sekolah tentang kegiatan yang akan dilaksanakan.
2. Melakukan sosialisasi kegiatan yang akan dilakukan kepada guru dan siswa.
3. Melaksanakan pembuatan English Corner.
4. Memonitor pemanfaatan fasilitas English Corner.
5. Mengevaluasi program English Corner dan Memberikan rewards
Keunggulan dan Kebaharuan Program English Corner yaitu muncul aplikasi berbasis web untuk kemudahan dalam mengakses bacaan dan sebagai kontrol dalam pemilihan bacaan yang sesuai dengan siswa. Bukan hanya itu, dalam English Corner juga
tersedia mini games untuk mengetahui tingkat reading comprehension pengguna. Kondisi Sebelum adanya English Corner:
1. Belum ada kegiatan untuk meningkatkan minat baca dalam Bahasa inggris
2. Belum mengetahui program English Corner
3. Belum ada media memfasilitasi program English Corner
4. Belum ada kontrol dalam pengenalan membaca Bahasa Inggris pada siswa
5. Belum ada kegiatan untuk mengevaluasi kegiatan untuk meningkatkan minat baca dalam Bahasa Inggris Kondisi Sesudah adanya English Corner:
1. Siswa mengenal bacaanbacaan dalam Bahasa Inggris
2. Guru dan siswa mengetahui kegiatan English corner
3. Disediakan aplikasi berbasis web untuk kemudahan dalam mengakses bacaan pada pembelajaran jarak jauh
4. Adanya kontrol dalam pemilihan bacaan, dan keaktifan untuk membiasakan membaca siswa
5. Adanya evaluasi oleh pengguna program (siswa), guru dan kepala sekolah
Tersedianya media pojok baca yang berbasis teknologi informasi dan dapat diakses dengan mudah oleh guru, peserta didik hingga masyarakat umum
English Corner telah memberikan manfaat bagi:
1. Siswa: Siswa lebih giat membaca dengan cara baru
2. Guru: Sebagai alternatif pembelajaran reading comprehension serta vocabulary building.
3. Wali murid: Media pendampingan belajar anak saat pembelajaran jarak jauh.
4. Sekolah: Memperluas jejaring kerjasama dengan wali murid.
Blog English Corner englishcorner-esgajos.blogspot.com