Sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 103 tahun 2014 tentang pelayanan kesehatan tradisional pada pasal 70 tentang pemberdayaan masyarakat, pada ayat (2) menyatakan bahwa masyarakat dapat melakukan perawatan kesehatan secara mandiri dengan memanfaatkan Taman obat keluarga (TOGA) dan ketrampilan secara benar.
Melakukan asuhan mandiri merupakan upaya mengubah paradigma pengobatan kuratif menjadi promotif dan preventif, yang bermanfaat untukefisiensi dan efektifitas bagi keluarga dalam menjaga kesehatan diri sendiri dan keluarganya dalam memanfaatkan TOGA dan ketrampilan, sehingga diperoleh keluarga sehat secara mandiri.
Pemerintah dalam hal ini kementrian kesehatan dan kementrian terkait mempunyai tanggung jawab melakukan pembinaan kepada masyarakat dalam melakukan asuhan mandiri kesehatan tradisional melalui pemanfaatan TOGA dan
ketrampilan melalui pendampingan dalam setiap kegiatan.
Dalam permenkes nomor 9 Tahun 2016 tentang upaya pengembangan kesehatan tradisional melalui Asuhan mandiri pemanfaatan obat keluarga dan ketrampilan, puskesmas Sawit membuat inovasi dengan pemberdayaan masyarakat dan desa melalui "TAGASUR (Taman Obat Keluarga dan Akupresur)". Tagasur dilakukan dengan cara memberi pelayanan Akupresur dipuskesmas dan mengajak pasien, pengunjung puskesmas dan semua karyawan dan karyawati puskesmas minum jamu setiap hari jum'at. Jamu yang disediakan berasal dari pemberdayaan masyarakat dari 12 desa dikecamatan Sawit melalui kelompok Asman Toga yang ada di tiap desa.
Setiap desa dikecamatan Sawit sudah memiliki kelompok Asuhan Mandiri Taman Obat Keluarga dan mempunyai inovasi sendiri dalam pemanfaatan tanaman melalui pembuatan jamu, baik jamu seduh atau jamu siap minum. Pelaksanaan Tagasur melalui welcome drink jamu dijadwalkan setap hari jumat sedangkan pelayanan akupresur setiap hari pada jam kerja.
Kelompok asuhan mandiri merupakan ujung tombak dalam memasyarakatkan kesehatan tradisional. Peran kader asuhan mandiri sangat penting untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap kesehatan tradisional yang sejatinya merupakan warisan leluhur kita. Diharapkan dengan diadakan kegiatan ini bisa berkelanjutan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat untuk membudidayakan tanaman obat dan juga meminta peran aktif masyarakat untuk melakukan upaya pengobatan secara mandiri, agar masyarakat semakin terampil dan tidak selalu bergantung pengobatan kimia.
Antusias Masyarakat dalam menerima inovasi Tagasur cukup bagus dibuktikan dengan banyaknya pengunjung pasien setiap hari jumat, dan sebagian pasien memilih akupresur untuk mengobati sakitnya. Inovasi Tagasur ini didukung oleh masyarakat sekecamatan sawit dibuktikan dengan adanya SK kelompok asman toga didesa dan mendorong kelompok tersebut untuk berinovasi dalam pemanfaatan Toga.
Tujuan dari inovasi Tagasur adalah
1. Agar masyarakat lebih memahami manfaat tanaman obat yanga ada disekitar kita
2. Dengan adanya pelayanan akupresur dipuskesmas diharapkan masyarakat mampu memilih tindakan yang tepat untuk mengobati penyakitnya dan tidak ketergantungan dengan obat kimia
3. Dengan adanya welcome drink jamu diharapkan masyarakat bisa melestarikan warisan leluhur yaitu minum jamu
4. Dengan adanya TAGASUR diharapkan masyarakat menyadari pentingnya menjaga kesehatan dengan menghindari konsumsi obat kimia
1. Diharapkan masyarakat kembali melestarikan warisan leluhur yaitu minum jamu
2. Dengan adanya pelayanan akupresur dipuskesmas diharapkan masyarakat bs mengurangi konsumsi obat kimia
3. Dengan Tagasur diharapkan derajt kesehatan masyarakat meningkat
1. Terbentuk 35 kelompok asman toga sekecamatan sawit
2.Masyarakat yang menggunakan Tagasur meningkat