Perkembangan teknologi yang semakin canggih dan pesat dengan sistem digitalisasi sangat membantu semua lini kehidupan. Dengan dalih efisiensi dan kemudahan oleh pelanggan dengan memanfaatkan internet tidak hanya untuk mencari informasi atau membeli produk, namun juga untuk melakukan pemesanan secara online. Pelanggan memilih pemesanan online karena cara ini dinilai lebih praktis secara real time, dari mana saja dan kapan saja selama 24 jam. Sistem ini memungkinkan menerima pemesanan dengan cara yang lebih efektif serta menjangkau lebih banyak pelanggan.
Selain untuk mengurangi antrean ketika melakukan pemesanan secara konvensional, pemesanan secara online memudahkan pengelola, sistem ini juga memberikan kemudahan bagi para pelanggan. Sistem reservasi atau booking tiket tempat wisata secara online merupakan salah satu metode yang dapat dilakukan para pegiat wisata supaya tetap bisa menjalankan bisnisnya dengan efektif, tercatat dan bertanggung jawab.
Industri pariwisata dengan digitalisasi pada tempat wisata dengan reservasi kunjungan akan dapat dipantau jumlah wisatawan dan jumlah pemasukan dari tiket yang terjual. Sehingga dengan adanya sistem ini sangat bermanfaat dalam membantu membuat perencanaan kegiatan dengan baik. Kepastian untuk melakukan kunjungan sesuai dengan rencana dengan adanya konfirmasi dan kepastian status dengan mudah dapat merencanakan berbagai programnya. Selain itu kepastian untuk mendapatkan permintaan atau pelayanan khusus lainnya dapat terpenuhi sesuai dengan pemesanannya.
Sistem reservasi kunjungan secara online yang diterapkan di Wisata Edukasi Religi “Qolbu” Boyolali diterapkan untuk mengakomodir pengunjung yang berasal dari wilayah lain dengan jumlah secara rombongan. Jadi pengelola tetap melayani pengunjung yang reservasi secara langsung di loket pada waktu operasional. Namun dengan adanya reservasi yang dilakukan akan membantu pengelola dalam mempersiapkan beberapa hal yang dirasa dibutuhkan. Saat ini yang sudah diterapakan baru sekedar reservasi kunjungan pada waktu tertentu dan jumlah tertentu. Sementara untuk proses pembayaran akan dilayani di loket secara tunai dengan menunjukkan bukti reservasi berupa kode batang (barcode) kepada petugas. Pengembangan yang diharapkan oleh sebagian besar pengunjung agar menerapkan sistem pembayaran secara non tunai untuk meminimalkan membawa uang tunai dalam jumlah yang banyak. Atas masukan tersebut akan dikaji dan diproses dengan melibatkan berbagai pihak (perangkat daerah lain dan perbankan) dalam persiapan untuk menyediakan pembayaran secara non tunai agar praktis dan efisien dengan uang elektronik atau dompet digital.
Akuntabilitas laporan pengunjung dan pendapatan asli daerah.
1. Memberikan kemudahan bagi pengunjung dalam melakukan reservasi secara real time (dimana dan kapan saja)
2. Diperolehnya data laporan kunjungan wisatawan yang akurat tercatat pada sistem yang dapat diakses oleh berbagai pihak.
3. Akuntabilitas dalam laporan jumlah pengunjung dan perolehan pendapatan dari retribusi
Diperolehnya data laporan pengunjung dan pendapatan yang akuntabel