MISTER KRIB (Membangun Sarana Edukasi dan Rekreasi Kebun Raya Indrokilo Boyolali)

Permasalahan lingkungan seperti kurangnya Ruang Terbuka Hijau, dan masih kurangnya ruang publik yang berwawasan lingkungan di Kabupaten Boyolali merupakan beberapa latar belakang munculnya ide pembangunan Kebun Raya Indrokilo Boyolali. Proses pembangunannya dilaksanakan secara bertahap, dengan menggunakan konsep taman tematik. Kebun Raya Indrokilo Boyolali terletak di Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo Boyolali. Kebun Raya Indrokilo Boyolali berdiri di lahan seluas 8,9 ha. Kebun Raya Indrokilo Boyolali memiliki 5 fungsi yaitu fungsi konservasi, fungsi penelitian, fungsi pendidikan, fungsi wisata dan fungsi jasa lingkungan. Tahun 2017 terdapat 2 taman tematik yang berhasil dibangun yaitu Taman Abiyasa dan Taman Sadewa. Taman Tematik Abiyasa merupakan taman tematik yang berisikan tumbuhan paku-pakuan. Taman Abiyasa memiliki berbagai koleksi tanaman paku-pakuan dari berbagai macam lokasi di Boyolali. Taman Sadewa merupakan taman tematik yang menyuguhkan atraksi kebun pangkas yang membentuk labirin. Selanjutnya pada pertengahan tahun 2018 dibangun taman tematik yang baru, akan tetapi proses penyelesaiannya pada tahun 2019. Sehingga pada tahun 2019 terdapat 5 taman tematik yang terbangun. Taman Arjuna, Taman Madrim, Taman Nakula, Taman Bima, dan Taman Yudistira adalah 5 taman tematik yang terbangun pada tahun 2019. Taman Arjuna adalah taman tematik yang berisi koleksi tanaman buah lokal, Taman Madrim adalah taman tematik berisi koleksi tanaman bambu, Taman Nakula adalah taman tematik yang berisi koleksi tanaman obat, Taman Yudistira adalah taman tematik yang berisikan tokoh dan kebudayaan Jawa, dan Taman Bima adalah taman tematik dengan muatan edukasi konservasi tanah dan air. Awal tahun 2019 KRIB mulai diujicobakan dan dibuka untuk umum. Pada tahap uji coba, KRIB mendapat sambutan positif dari masyarakat umum. Hal ini bisa dilihat dari semakin naiknnya jumlah pengunjung yang datang. Selain itu pengelola juga selalu memantau media sosial KRIB untuk mengetahui komentar dan tanggapan masyarakat baik yang sudah mengunjungi KRIB secara langsung atau melalui web site resmi KRIB. Setiap komentar, saran dan masukan yang diberikan masyarakat akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas layanan. Pengelolan juga menggunakan media sosial dan website KRIB sebagai sarana promosi KRIB. Promosi yang dilakukan meliputi pengenalan KRIB secara umum, sarana prasarana yang bersifat menghibur dan edukatif serta koleksi tanaman yang berada di KRIB. Promosi juga dilakukan dengan cara selalu menginfokan berbagai jadwal acara yang akan diselenggarakan di KRIB. Kebun Raya Indrokilo Boyolali menjadi salah satu penyumbang pendapatan asli daerah terbesar di Kabupaten Boyolali. Bulan September 2021 Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2021 tentang Retribusi Jasa Umum dan Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2022 tentang Retribusi Jasa Usaha disahkan sehingga wisatawan yang berkunjung KRIB ditarik retribusi. Pendapatan Asli Daerah menjadi salah satu sumber pembiayaan pemerintah daerah dan pembangunan daerah yang akan digunakan untuk membiayai pengeluaran pemerintah dan pembangunan daerah. Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah yang berasal dari KRIB diharapkan akan memperlancar jalannya pembangunan dan pemerintahan Kabupaten Boyolali. KRIB harapannya tidak hanya menjadi tujuan wisata yang unik dan menarik, akan tetapi juga menjadi model edukasi lingkungan kepada masyarakat yang datang berkunjung. Artinya akan ada penambahan wawasan dan penambahan kesadaran untuk menjaga lingkungan pada setiap pengunjung yang datang ke KRIB. Tahun 2022 terdapat penambahan atau pembaharuan berupa pembangunan Taman Tematik Kunti dan Taman Tematik Pandu guna melengkapi sarana dan prasarana. Taman Tematik Pandu merupakan taman tematik yang berisikan jenis tanaman hias dan tanaman yang memuat nilai budaya jawa, sedangkan Taman Tematik Kunti berisi jenis tanaman rambat.
1. Lokasi konservasi tumbuhan hutan hujan dataran rendah jawa bagian timur 2. Media sosialisasi kepada masyarakat guna meningkatkan kesadaran untuk menjaga dan melestarikan lingkungan 3. Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah guna memperlancar jalannya pembangunan dan pemerintahan Kabupaten Boyolali.
1. Boyolali memiliki Kawasan yang diperuntukkan sebagai lokasi konservasi berbagai macam species tumbuhan hutan hujan dataran rendah bagian timur. 2. Boyolali memiliki Kawasan rekreasi yang berwawasan lingkungan karena di dalam KRIB terdapat berbagai taman tematik dengan berbagai model pengenalan koleksi tanaman, pemanfaatan energi terbarukan yaitu energi surya dan angin sebagai pembangkit listrik, berbagai teknologi yang bermanfaat untuk konservasi tanah dan air, elektrolisis air hujan menjadi air siap minum. 3. Boyolali memiliki lokasi guna melakukan sosialisasi secara masif kepada masyarakat, terutama sosialisasi untuk menjaga dan melestarikan lingkungan. Jumlah pengunjung KRIB grafiknya selalu meningkat setiap bulannya, oleh karena itu KRIB memiliki potensi menjadi tempat sosialisasi dan eduksi bagi masyarakat.
Kebun Raya Indrokilo Boyolali memiliki karakteristik yang unik sehingga mengundang ketertarikan dari berbagai pihak. Pembangunan yang bersifat tematik, kemudian bangunan-bangunan iconic yang bernilai sejarah dan budaya serta pengaplikasian teknologi yang ramah lingkungan seperti pemanfaatan tenaga surya, tenaga angin, elektrolisis air hujan menjadi air siap minum menjadi daya tarik pengunjung dari berbagai kalangan untuk datang ke KRIB. Selain itu koleksi tanaman yang dikembangkan di KRIB yang dikelola dengan baik disertai pendataan yang lengkap dan berkelanjutan menjadikan KRIB menjadi percontohan untuk Kebun Raya di Tingkat Daerah dimana data koleksi tanamannya telah masuk ke dalam website resmi milik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yaitu Makoyana.lipi.go.id. Prestasi ini sangat membanggakan, karena KRIB menjadi satu-satunya Kebun Raya Daerah yang data koleksi tanamannya masuk ke dalam Makoyana.lipi.go.id. Hal ini menjadi nilai tambah yang menjadikan lebih banyak pihak tertarik untuk mengunjungi KRIB. Atraksi yang disuguhkan di KRIB tidak hanya menarik secara visual, akan tetapi mengandung banyak ilmu serta wawasan mengenai lingkungan. Hal ini menjadikan nilai tambah bagi pengunjung yang datang, dimana mereka tidak hanya mendapatkan tempat rekreasi yang atraktif akan tetapi juga Pendidikan mengenai lingkungan. Pengunjung bisa mempelajari mengenai pemanfaatan energi terbarukan, elektrolisis air hujan menjadi air siap minum, konservasi tanah dan air, birdwatching, serta pengamatan flora dan fauna lain yang telah dikelompokkan dalam setiap jenis tema. Dikarenakan jumlah pengunjung yang angkanya terus meningkat, serta atraksi yang sarat akan Pendidikan lingkungan (rekreasi berwawasan lingkungan), KRIB menjadi sebuah panggung raksasa untuk melakukan kampanye pendidikan lingkungan kepada pengunjung yang hadir. Sehingga pengunjung yang awalnya memililki kesadaran dan kepedulian lingkungan yang masih rendah, akan meningkat setelah berkunjung ke KRIB.