Pemetaan Gaya Belajar Siswa melalui Google Form untuk Mendukung Pembelajaran Berdiferensiasi di SMPN 1 Karanggede

Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Nomor 044/H/KR/2022 yang ditandatangani 12 Juli 2022 lebih dari 140 ribu satuan pendidikan menerapkan Kurikulum Merdeka pada tahun ajaran 2022/2023. Kurikulum Merdeka diluncurkan Mendikburistek pada Februari 2022 sebagai salah satu program Merdeka Belajar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Kurikulum Merdeka berfokus pada materi yang esensial dan pada pengembangan karakter Profil Pelajar Pancasila. Salah satu aspek penting dalam Kurikulum Merdeka adalah pembelajaran berdiferensiasi, yang mengakui perbedaan individual siswa dan memberikan pengalaman belajar yang sesuai dengan kebutuhan dan minat mereka. Pembelajaran berdiferensiasi adalah suatu pendekatan yang mengakui bahwa setiap siswa memiliki kebutuhan dan kemampuan yang berbeda-beda. Dalam pembelajaran berdiferensiasi, siswa diberikan pilihan-pilihan yang bervariasi dalam hal materi pembelajaran, metode pengajaran, dan penilaian. Tujuan utama dari pembelajaran berdiferensiasi adalah untuk memastikan bahwa setiap siswa dapat mencapai potensi maksimal mereka dan merasa termotivasi dalam proses belajar. Salah satu cara untuk menerapkan pembelajaran berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka adalah dengan melibatkan penggunaan metode pengajaran yang bervariasi. Setiap siswa memiliki gaya belajar yang berbeda-beda, sehingga penting bagi guru untuk menggunakan berbagai metode pengajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Misalnya, bagi siswa yang lebih visual, guru dapat menggunakan media visual seperti video atau gambar untuk membantu pemahaman mereka. Bagi siswa yang lebih auditori, guru dapat menggunakan metode diskusi atau ceramah untuk memudahkan pemahaman mereka. Dengan menggunakan metode pengajaran yang sesuai dengan gaya belajar siswa, proses belajar akan lebih efektif dan siswa akan lebih terlibat dalam pembelajaran. Oleh karena itu, penting bagi guru, sekolah, maupun siswa untuk mengidentifikasi dan mengetahui gaya belajar yang dimiliki sebelum melaksanakan proses pembelajaran. Untuk menelusuri gaya belajar siswa SMPN 1 Karanggede, dilakukan pemetaan gaya belajar siswa menggunakan link Google Form. Hasil pengisian Google Gorm oleh siswa selanjutnya diolah menggunakan aplikasi Penelusuran Gaya Belajar sehingga dapat disimpulkan apakah siswa tersebut memiliki gaya belajar visual, kinestetik, atau auditori. Hasil penelusuran gaya belajar siswa, baik kelas VII, VIII, maupun kelas IX dibagikan kepada seluruh guru di SMPN 1 Karanggede sebagai dasar dalam melakukan pembelajaran berdiferensiasi di tiap-tiap kelas.
1. Mengidentifikasi gaya belajar siswa (visual, auditori, kinestetik) secara online 2. Mendorong terwujudnya pembelajaran berdiferensiasi di SMPN 1 Karanggede berupa diferensiasi proses sesuai gaya belajar siswa
1. Bagi guru, mempermudah guru dalam melaksanakan proses pembelajaran berdiferensiasi sesuai gaya belajar siswa 2. Bagi siswa, membantu siswa mengenali dirinya dan mengoptimalkan proses belajarnya sesuai dengan gaya belajar yang dimiliki 3. Bagi sekolah, menyajikan referensi gaya belajar siswa sebagai bagian dari data siswa
Inovasi berupa penelusuran atau pemetaan gaya belajar siswa SMPN 1 Karanggede dilakukan menggunakan Google Form melalui link https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSd5cxBtWlZeq0wq-d4rcuaBqNnDtXJZAFagNKO8BcpqFmEGEA/viewform?usp=sf_link (untuk kelas 8 dan 9), serta melalui link https://forms.gle/pCSsx4o7Co4HMpLd6 (untuk kelas 7). Hasil pengisian pada link tersebut selanjutnya dikonsultasikan pada aplikasi penelusuran gaya belajar untuk memperoleh hasil yang lebih akurat mengenai gaya belajar siswa; visual, auditori, atau kinestetik. Setelah dilakukan penerapan inovasi, diperoleh hasil bahwa gaya belajar yang dominan dimiliki oleh siswa-siswi SMPN 1 Karanggede yaitu gaya belajar visual. Model pembelajar visual menyerap informasi dan belajar dari apa yang dilihat oleh mata. Beberapa ciri dari pembelajar visual di antaranya adalah mengingat apa yang dilihat daripada yang didengar, suka mencoret-coret sesuatu, pembaca cepat dan tekun, lebih suka membaca daripada dibacakan, teliti terhadap detail. Gaya belajar yang selanjutnya banyak ditemukan dalam diri peserta didik SMPN 1 Karanggede yaitu kinestetik. Model pembelajar kinestetik adalah pembelajar yang menyerap informasi melalui berbagai gerakan fisik. Ciri-ciri pembelajar kinestetik, di antaranya adalah berorientasi fisik dan banyak bergerak, suka menggunakan berbagai peralatan dan media, belajar melalui praktek, menghafal dengan cara berjalan dan melihat, menyukai permainan dan olah raga. Dibandingkan gaya belajar visual dan kinestetik, gaya belajar auditori paling sedikit dimiliki oleh peserta didik SMPN 1 Karanggede. Model pembelajar auditory adalah model di mana seseorang lebih cepat menyerap informasi melalui apa yang ia dengarkan. Ciri-ciri orang-orang auditorial, di antaranya adalah lebih cepat menyerap informasi dengan mendengarkan, suka menggerakkan bibir mereka dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca, senang membaca nyaring dan mendengarkan, bagus dalam berbicara dan bercerita, belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan daripada yang dilihat, suka mengerjakan tugas kelompok.