Di beberapa negara, SMP berlaku sebagai jembatan antara sekolah dasar dengan sekolah menengah atas. Namun istilah tersebut dapat dipergunakan secara berbeda di beberapa negara, kadang-kadang saling berbanding terbalik. Untuk negara-negara yang mempergunakan bahasa Tionghoa, khususnya di Tiongkok, Taiwan dan Hong Kong, juga di Italia (= scuola media), SMP berkonotasi yang sama dengan secondary school.
Oleh karenanya di beberapa istilah di pemerintahan dan institusi pendidikan, SMP adalah nama lain dari "junior high school", yang pada dasarnya suatu sekolah setelah sekolah dasar. Penamaan sebagai junior high mulai muncul sekitar tahun 1909 pada waktu pendirian sekolah Indianola Junior High School di Columbus, Ohio
Inovasi ini dibuat dikarenakan erat kaitanya dengan isu yang ada di unit kerja tentang belum optimalnya proses talent scouting ( pencarian bakat ) olahraga bagi peserta didik kelas VII SMP Negeri 2 Teras. Kabupaten Booyolali Berdasarkan isu tersebut, penulis merumuskan kegiatan aktualisasi berjudul “Optimalisasi proses talent scouting ( pencarian bakat) olahraga berbasis digital bagi peserta ddik kelas VII SMP Negeri 2 Teras Kabupaten Boyolali”. Kegiatan inovasi ini terdiri atas enam kegiatan yaitu lima kegiatan utama dan satu kegiatan tambahan dan dilaksanakan dalam 30 hari. Enam kegiatan tersebut meliputi : Melakukan Melakukan kajian literasi pemanduan minat bakat olahraga bagi peserta didik kelas VII, Melakukan identifikasi minat dan bakat peserta didik kelas VII berupa audio visual yang di upload menggunakan aplikasi google classroom, melakukan klasifikasi minat dan bakat dari audio visual peserta didik kelas VII, Melaksanakan monitoring evaluasi dalam rangka memberikan rewards terhadap peserta didik kelas VII dan Melaksanakan event olahraga.Hasil kegiatan berupa : Adanya dokumen hasil kajian literasi pemanduan minat bakat olahraga, adanya Video keterampilan minat dan bakat olahraga peserta didik kelas VII, terklasifikasinya minat dan bakat peserta didik kelas VII, peserta didik mempunyai bekal persiapan untuk mengikuti lomba, dan Adanya hasil evaluasi dalam rangka memberikan rewards terhadap peserta didik kelas VII kegiatan aktualisasi terlaksana seluruhnya dengan hasil sesuai yang diharapkan yaitu adanya hasil akhir / produk yaitu video keterampilan peserta didik. Kegiatan aktualisasi ini dapat bermanfaat untuk guru, sekolah dan siswa dalam melakukan pencarian bakat siswa, mengoptimalkan pemahaman dan kemampuan peserta didik, sehingga dapat mendukung pencapaian prestasi peserta didik.
Teridentifikasi dan terkalsifikasi data pencarian bakat olahraga bagi peserta didik kelas VII SMPN 2 Teras
1. Siswa, yaitu meningkatkan kemampuan bakatnya dan rasa percaya diri dalam mengikuti lomba.
2. Guru, yaitu Pertama, dapat menjadi referensi model pencarian bakat olahraga di tingkat sekolah menengah pertama. Kedua, memperoleh data informasi siswa berbakat olahraga. Ketiga, Membantu dalam menentukan program tindak lanjut pembinaan olahraga.
3. Sekolah, yaitu Pertama, memberikan tambahan media pencarian bakat olahraga berbasis digital serta data bakat siswa. Kedua, mendukung sekolah untuk melakukan pencarian bakat siswa berprestasi dalam bidang olahraga.
a) Adanya dokumen hasil kajian literasi pemanduan minat bakat olahraga
b) Guru memiliki Video keterampilan minat dan bakat olahraga peserta didik kelas VII
c) Adanya klasifikasinya minat dan bakat peserta didik kelas VII.
d) Adanya peserta didik yang mempunyai bekal persiapan untuk mengikuti lomba
e) Adanya hasil evaluasi dalam rangka memberikan rewards terhadap peserta didik kelas VII
Adanya event lomba antar kelas VII di SMPN 2 Teras Kabupaten Boyolali yang dapat dijadikan sebagai agenda rutin tahunan dalam mencari siswa berbakat olahraga.