Dampak terjadinya Pandemi Covid 19 sangat berpengaruh besar bagi perkembangan perekonomian, khususnya di wilayah Kecamatan Selo. Kecamatan Selo yang terletak diantara Gunung Merapi dan Merbabu dengan tingkat kesuburan tanahnya yang luar biasa menjadi faktor utama mengapa pertanian dan peternakan menjadi sumber ekonomi utama bagi mayoritas masyarakat Kecamatan Selo dalam memenuhi kebutuhan hidup mereka. Terjadinya Pandemi Covid 19 sangat mempengaruhi perekonomian bagi para petani, harga hasil panen yang fluktuatif naik turun kadang tidak sesuai dengan harapan dari para petani menjadikan masalah baru yang harus segera diatasi, disisi lain, wilayah Kecamatan Selo selain dianugrahi tanah dan lahan yang sangat subur, ternyata wilayah Kecamatan Selo juga dianugrahi keindahan alam yang luar biasa,
Keanekaragaman Seni Budaya dan Kearifan Lokal yang bila dikemas dengan baik dapat menjadi suatu destinasi wisata yang sangat menarik.
Melihat fenomena yang terjadi ini dan apabila hal tersebut diatas tidak segera diatasi, serta tidak segera dicarikan solusi yang tepat ( melalui proyek perubahan ini ) maka dapat berimplikasi pada :
1. Penurunan tingkat perekonomian masyarakat di wilayah Kecamatan Selo, yang secara tidak langsung meningkatkan tingkat kemiskinan di wilayah Kecamatan Selo.
2. Efek dari Pandemi covid menyebabkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dalam hal ini UMKM yang ada diwilayah Selo menjadi mati suri.
Dalam rangka upaya untuk meningkatkan manajemen kinerja Kecamatan Selo maka berangkat dari permasalahan pokok yaitu “ Belum Optimalnya Pemanfaatan Potensi Potensi Wisata yang ada baik alam budaya dan kearifan lokal di Kecamatan selo untuk dijadikan suatu destinasi wisata unggulan “ dan hasil referensi lesson learnt hasil studi lapangan maka dirumuskan Aksi Perubahan Kinerja Organisasi yaitu pengembangan dan pengoptimalan selo menjadi “PESONA MERAPI DESTINASI WISATA DI KECAMATAN SELO” yang menjadi solusi dalam rangka peningkatan peran Pemberdayaan Masyarakat dalam meningkatkan tingkat kunjungan dan hunian pada destinasi wisata yang ada di Kecamatan Selo, yang diharapkan mampu meningkatkan tingkat perekonomian masyarakat, mampu mendongkrak PAD desa pada khususnya dan PAD Kabupaten Boyolali pada umumnya.
Tujuan dilaksanakannya aksi perubahan Pesona Merapi Destinasi Wisata di Kecamatan Selo adalah salah satu bentuk inovasi meningkatkan, mengembangkan dan memanfaatkan segala potensi potensi atraksi wisata yang ada di kawasan Kecamatan Selo baik dari segi keindahan alam, keragaman budaya dan keunikan kearifan lokal yang ada menjadi suatu kemasan daerah destinasi wisata unggulan baik di tingkat lokal, regional, nasional bahkan internasional dengan konsep berbasis pada pemberdayaan masyarakat.
Tujuan dilaksanakannya aksi perubahan Pesona Merapi Destinasi Wisata di Kecamatan Selo adalah salah satu bentuk inovasi meningkatkan, mengembangkan dan memanfaatkan segala potensi potensi atraksi wisata yang ada di kawasan Kecamatan Selo baik dari segi keindahan alam, keragaman budaya dan keunikan kearifan lokal yang ada menjadi suatu kemasan daerah destinasi wisata unggulan baik di tingkat lokal, regional, nasional bahkan internasional dengan konsep berbasis pada pemberdayaan masyarakat. Hal tersebut diharapkan mampu menjadikan sektor pariwisata di kawasan Kecamatan Selo mampu menjadi sektor unggulan kedua setelah pertanian yang diharapkan mampu meningkatkan tingkat perekonomian masyarakat di Kecamatan Selo pada khususnya dan peningkatan PAD Kabupaten Boyolali pada umumnya.
Untuk mencapai tujuan tersebut yang akan dilaksanakan untuk mencapai tiga tahapan sebagai berikut :
1. Capaian Jangka Pendek demi terwujudnya Pesona Merapi Destinasi Wisata di Kecamatan Selo, maka langkah langkah yang akan dilakukan dalam jangka pendek antara lain :
1. Penggalangan komitmen bersama untuk bersama sama meningkatkan, mengembangkan dan memanfaatkan segala potensi yang ada di Kecamatan Selo, baik dari pihak Pemerintah, Pelaku Usaha, Akademisi, Komunitas organisasi kemasyarakatan, Media masa, pelaku seni budaya, stageholder terkait dan masyarakat.
2. Pembentukan Tim efktif Pembentukan Tim efetif ini ditujukan agar inovasi inovasi yang akan dilaksanakan benar benar terarah serta bersinergi dan berbasis pada pemberdayaan masyarakat Kecamatan Selo.
3. Sebagai langkah awal untuk mewujudkan inovasi Kecamatan Selo sebagai destinasi wisata unggulan yang lebih dikenal, maka akan dibentuk inovasi POJOK UMKM. Target dari pelaksanaan POJOK UMKM ini adalah terjaring minimal 10 UMKM khas Selo.
2. Capaian Jangka Menengah Untuk capaian jangka menengah sebagai tindak lanjut inovasi POJOK UMKM yang telah dilaksanakan maka pada capaian jangka menengah ini dilakukan tindak lanjut evaluasi kegiatan dan juga pelaksanaan workshop/pelatihan untuk peningkatan kualitas dan juga agar lebih inovatif sehingga produk yang dihasilkan UMKM lebih beragam dan juga perkembangan UMKM di Kecamatan Selo lebih pesat. Target dari pelaksanaan Workshop UMKM ini adalah Meningkatnya jumlah UMKM khas Selo menjadi minimal 20 UMKM
3. Capaian Jangka Panjang
1. Tersedianya Pojok UMKM yang bisa menampung semua UMKM Yang ada di Kecamatan Selo sebagai sarana untuk mempromosikan produk produk UMKM.
2. Terselenggaranya suatu Event budaya rutin tahunan yang terkemas dengan baik sehingga menjadi destinasi wisata baru dikawasan Kecamatan Selo.
Pada intinya adalah terlaksananya POJOK UMKM dan terlaksananya event budaya berupa terlaksananya event rutin tahunan yang diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan dan tingkat hunian diwilayah Kecamatan Selo yang pada akhirnya dapat meningkatkan PAD Masyarakat Kecamatan Selo khususnya dan Kabupaten Boyolali pada umumnya. Penjabarannya adalah dibawah ini :
Manfaat dari rancangan aksi perubahan berjudul “ Pesona Merapi Destinasi Wisata Di Kecamatan Selo “ adalah sebagai berikut :
Unsur Pemerintah.
1) Dalam hal ini untuk kelancaran dan keberlangsungan aksi perubahan ini terdapat beberapa instansi pemerintah yang akan terlibat antara lain :
a.) Dinas Pariwisata Kabupaten Boyolali, sebagai leading sektor dalam bidang pariwisata Disporapar Kabupaten Boyolali diharapkan akan memberikan konstribusi dan dukungan yang besar atas pelaksanaan Aksi Perubahan ini,
b.) Diskominfo Kabupaten Boyolali
c.) Balai Taman Nasional Gunung Merapi dan Merbabu, dengan meningkatnya tingkat kunjungan di wilayah selo yang akan berdampak pada peningkatan perekonomian warga selo, maka akan terjalin sinergritas yang baik dalam pelaksanaan pelestarian alam yang merupakan potensi utama bagi berkembanganya destinasi wisata di Kecamatan Selo.
d.) Pemerintah Desa se – Kecamatan Selo, dengan berkembangnya UMKM dan sektor kepoariwisataan maka selain dapat meningkatkan PAD Desa, juga dapat menciptakan lapangan baru di sektor pariwisata yang pada akhirnya dapat meningkatkan pertumbuhan perekonomian masyarakatnya.
2.) Unsur Akademisi Akademisi / Mahasiswa dapat menambah referensi data sekunder untuk penyusunan kajian ilmiah bagi dosen dan mahasiswanya, selain itu juga bisa menjadi sarana pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata atau Pengabdian Masyarakat.
3.) Bagi Unsur Organisasi Kemasyarakatan, dalam hal ini Pokdarwis, Paguyuban Seni Budaya, Paguyuban Tani, kelompok Pengelolaan Sampah Mandiri, aksi perubahan ini membawa keuntungan yang sangat besar, karena aksi perubahan ini dilaksanakan dengan konsep pemberdayaan masyarakat, upaya upaya pendampingan akan dilaksanakan untuk pemberdayaan masyarakat akan terus dilaksanakan baik itu dari Unsur pemerintah daerah maupun stageholder stageholder terkait yang lain.
4.) Unsur Pelaku Usaha/Bisnis dalam hal ini para pengusaha rumah makan atau café, Para Pengusaha Homestay, pengelola destinasi wisata, pelaku UMKM akan semakin terorganisir dan akan saling tersinergi untuk pengembangan destinasi pariwisata di Kecamatan Selo.
5.) Unsur Media memiliki peran yang sangat penting dalam proses pemasaran Destinasi Wisata dan UMKM yang ada di Kecamatan Selo, Dengan semakin banyaknya potensi wisata dan hasil hasil UMKM yang ada diselo secara tidak langsung juga mendorong berkembangnya Media Sosial yang ada, banyak sekali akun akun Media Sosial yang muncul, hal ini juga dapat membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru lewat jejaring sosial.
Pemberdayaan Masyarakat, peningkatan SDM masyarakat Kecamatan Selo.
b.) Meningkatnya Kerjasama dan sinergritas antgar instansi dan antar pelaku usaha pariwisata.
c.) Terbentuknya Pojok UMKM, produk produk olahan UMKM khas selo dapat terpasarkan memalui pelaksanaan POJOK UMKM.
d.) Terlaksananya Workshop Kepariwisataan di Kecamatan Selo yang dapat merubah mindset masyarakat bahwa sektor pariwisata dan UMKM dapat dijadikan sebagai sumber mata pencaharian baru.
e.) Terlaksananya Event Rutin Tahunan Selo Expo sebagai suau wadah bagi bara pelaku seni budaya yang ada untuk berkreasi dan juga sebagai sarana untuk para pelaku UMKM memasarkan dan mempromosikan hasil produk produk olahannya. Selain itu dengan banyaknya pengunjung yang hadir dari luar kota selama pelaksanaan Selo Expo diharapkan juga mampu mempromosikan obyek obyek wisata yang ada di Kaecamatan Selo.