Sampah adalah bahan sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah
diklasifikai oleh manusia menurut derajat kegunaanya, dalam proses alam sebenarnya tidak ada konsep sampah, hanya produk yang dihasilkan setelah dan selama proses alam berlangsung.
Namun, karena dalam kehidupan manusia, lingkungan didefinisikan konsep limbah dapat dibagi menurut jenis.
Dalam kehidupan manusia, sebagian besar jumlah sampah berasal dari aktivitas industri, seperti konsumsi, pertambangan, dan manufaktur. Seiring waktu berjalan, hampir semua produk industri akan menjadi sampah. Jenis sampah yang banyak dijumpai dalam jumlah besar pun beragam. Sampah berupa kemasan makanan atau minuman yang terbuat dari kertas, alimunium,
ataupun plastik berlapis semakin mendominasi. Demikian pula sampah elektronik, termasuk sampah jenis baru, semakin marak
di tempat pembuangan sampah.
Volume tumpukan sampah memiliki nilai sebanding dengan tingkat konsumsi masyarakat terhadap material yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Output jenis sampah sendiri sangat tergantung pada jenis material yang dikonsumsi. Secara umum dapat ditarik benang merah bahwa peningkatan jumlah penduduk dan gaya hidup masyarakat akan sangat berpengaruh terhadap volume sampah serta komposisinya.
Di Indonesia, sekitar 60-70 persen dari total volume sampah yang dihasilkan merupakan sampah basah dengan kadar air antara 65- 75 persen. Sumber sampah terbanyak berasal dari pasar tradisional dan pemukiman.
Berikut ini beberapa Potensi bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan adalah sebagai berikut:
1. Penyakit diare, kolera, tifus menyebar dengan cepat karena virus yang berasal dari sampah dengan pengelolaan tidak tepat dapat bercampur air minum. Penyakit demam berdarah (haemorhagic fever) dapat juga meningkat dengan cepat di daerah yang pengelolaan sampahnya kurang memadai.
2. Penyakit jamur dapat juga menyebar (misalnya jamur kulit).
3. Penyakit yang dapat menyebar melalui rantai makanan. Salah satu contohnya adalah suatu penyakit yang dijangkitkan oleh cacing pita (taenia). Cacing ini sebelumnya masuk ke dalam pencernakan binatang ternak melalui makanannya yang berupa sisa makanan/sampah
Opah Dika merupakan salah satu program inovasi kesling Puskesmas Teras yaitu pengelolaan sampah dengan metode pembentukan bank sampah di tingkat RT yang ada di wilayah kecamatan Teras. Dalam program ini menitik beratkan peran serta aktif Masyarakat sekaligus pemberdayaan Masyarakat dan keluarga untuk hidup bersih dan sehat yang selaras dengan misi Puskesmas Teras.
Tujuan dibuat inovasi ini adalah agar pengelolaan sampah di wilayah Kecamatan Teras bisa dilakukan dengan baik dan benar. Serta menghasilkan atau menambah penghasilan masyarakat dari sisi ekonomi
Terkelolanya sampah dengan baik sehingga tidak menimbulkan masalah dan mampu menaikkan produktivitas Masyarakat melalui sampah.
Hasil dari inovasi ini antara lain terbentuknya bank sampah di lingkungan masyarakat serta menambah penghasilan dari kelompok masyarakat atas penjualan sampah yang bisa di daur ulang.