Jendela Bunda (Menekan AKI dan AKB)

Menindaklanjuti program kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali untuk menekan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi dimana pada tahun 2021 dan 2022 Kabupaten Boyolali menduduki ranking pertama AKI di Jawa Tengah pada trimester satu selama du atahun berturut-turut. Angka kematian Ibu di Puskesmas Sambi pada tahun 2021 tidak ada tapi terjadi 15 kasus Kematian Bayi. Meskipun tidak ada kematian ibu tapi masih ditemukan ibu hamil berirsiko tinggi yang belum tertangani secara adekuat. Untuk menekan dan mengurangi Angka Kematian Ibu-Angka Kematian Bayi diperlukan kerjasama lintas program dan intas sektor berupa kegiatan deteksi dini risiko kehamilan, edukasi untuk ibu hamil, keluarga dan masyarakat, monitoring dan persiapan kelahiran. Oleh karena itu dibentuklah suatu wadah koordinasi jaringan dan jejaring Puskesmas Sambi dalam pelayanan kesehatan ibu dan ananda yang berisiko yang diberi nama "Jendela Bunda". Sebagian besar kemsatian ibu disebabkan oleh penyebab langsung berupa pendarahan, infeksi, eklamsi, persalinan lama dan abortus serta komplikasi. Disamping itu kematian ibu juga dilatarbelakangi rendahnya sosial ekonomi, tingkat pendidikan, kedudukan dan peran perempuan, faktor sosial budaya serta transportasi. Hal tersebut menyebabkan timbulnya 2 (dua) hal yang tidak menguntungkan yaitu : 1. Tiga "3" terlambat : terlambat mengenal tanda bahaya dan mengambil keputusan, terlambat mencapai fasilitas kesehatan, terlambat mendapat pelayanan di fasilitas kesehatan. 2. Empat "4" terlalu : terlalu muda melahirkan, terlalu sering melahirkan, terlalu rapat jarak melahirkan, terlalu tua untuk melahirkan. Faktor risiko ibu hamil segera ditindaklanjuti, yaitu apabila ditemukan : 1. Primigravida <20>35 th. 2. Anak >4 3. Jarak kehamilan terakhir dengan kehamilan sekarang < 2 th. 4. Ibu hamil kurang energi kronis dengan LILA (lingkar lengan atas) < 23,5 cm atau tambah berat badan < 9 kg 5. Anemia dengan Hb < 11 g/dl 6. Tinggi badan < 145 cm atau dengan kelainan bentuk panggul dan tulang belakang. 7. Sedang/pernah menderita penyakit kronis 8. Riwayat kehamilan buruk, misal abortus berulang, hamil di luar kandungan, ketuban pecah dini. 9. Riwayat kehamilan dengan komplikasi misal pendarahan, infeksi, gangguan psikosis 10. Kelainan jumlah janin 11. Kelainan besar janin 12. Kelainan posisi janin 13. Gerakan janin kurang dari 10 kali sehari Kegiatan Jendela Bunda meliputi : deteksi dini kehamilan berisiko, sweeping bumil dan bayi berisiko, edukasi ibu hamil, keluarga dan masyarakat secara langsung maupun melalui medsos, kelas ibu hamil, kelas balita, monitoring kehamilan secara langsung ataupun melalui WA/SMS, perencanaan persalinan, ambulan desa, kesiapan donor darah.
Tujuan Umum: meningkatkan jangkauan dan mutu pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak di Puskesmas Sambi. Tujuan Khusus : 1. Menemukan ibu hamil berisiko tinggi secara dini dengan risikonya 2. Melakukan pencegahan dan pengendalian risiko kehamilan secara pro aktif 3. Persiapan dan perencanaan tempat persalinan sesuai kondisi ibu dan janin 4. Memberikan edukasi kepada ibu hamil, keluarga dsn masyarakat berkaitan dengan kondisi kehamilan ibu dan janin 5. Membantu memecahkan permasalahan terkait kehamilan berisiko 6. Menekan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi 7. Pelayanan secara tepat pada ibu hamil berisiko 8. Terselenggaranya kerjasama lintas program dan lintas sektor dalam meningkatkan derajat kesehatan ibu hamil dan bayi.
1. Ibu hamil bersiko bisa lebih dini ditemukan 2. Ibu hamil berisiko bisa ditangani dengan tepat di fasilitas kesehatan 3. Kehamilan berisiko dimonitoring secara berkelanjutan 4. Persalinan kehamilan berisiko di fasilitas kesehatan secara terencana
1. Data ibu hamil bersiko 2. Monitoring ibu hamil bersiko 3. Kelas ibu hamil 4. Kelas balita 5. Sweeping ibu hamil bersiko 6. PMT ibu hamil KEK 7. ANC terpadu 8. Pemantauan P4K 9. WAG Jendela Bunda