Alat Peraga Matematika Diagram Batang Pelangi

A. Dasar Hukum Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab I Pasal 1 menyebutkan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya. B. Permasalahan Kemampuan siswa yang heterogen dalam memahami materi pembelajaran matematika tentang penyajian data yang berkaitan dengan tabel serta diagram masih kurang dan perlu ditingkatkan. Untuk mengembangkan potensi peserta didik maka dibutuhkanlah suasana belajar dan proses pembelajaran yang baik, salah satunya dengan menggunakan media belajar yang relevan dan sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik. C. Isu Strategis Peningkatan pendidikan di Indonesia harus diupayakan dengan pemanfaatan sumberdaya atau aset yang ada di sekolah salah satunya aset biotik berupa pendidik dan peserta didik. Pemanfaatan sumberdaya pendidik salah satunya dengan sebuah inovasi pembelajaran berupa media ajar yang tepat dan berkesan bagi peserta didik. Materi pelajaran matematika adalah materi ajar yang kurang diminati dan dianggap sulit bagi sebagian besar siswa di SD N 2 Sendangrejo, oleh karena itu diperlukan adanya media ajar yang relevan dan kongrit sehingga mampu mendorong semangat belajar siswa dan hasil belajarnya. D. Metode Pembaharuan Sebelum adanya inovasi penggunaan media ajar diagram batang pelangi dalam materi pelajaran matematika tentang penyajian data dan analisa data diagram batang peserta didik kesulitan dalam memahami hal yang abtrak, setelah menggunakan media belajar diagram batang pelangi peserta didik lebih antusias dalam belajar dan hasil belajar peserta didik lebih meningkat. E. Kebaharuan Media ajar ini disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik dari yang bersifat abstrak ke media pembelajaran yang bersifat kongrit, bahannya terbuat dari bahan sederhana dan mudah didapatkan seperti kardus bekas, kertas warna, plastik bekas dan lem yang dibuat sedemikian rupa agar siswa mampu menggunakan dengan mudah dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi penyajian data dan analisa data diagram batang. F. SOP Inovasi Media Ajar Diagram Batang 1) Guru melakukan pemetaan kebutuhan belajar matematika materi penyajian data dan analisa data diagram batang disesuaikan dengan prefensi gaya belajar siswa. 2) Guru membuat perencanaan pembuatan media ajar diagram batang pelangi dari bahan sederhana untuk pelajaran matematika. 3) Guru melakukan proses pembuatan media ajar diagram batang pelangi dari bahan sederhana. 4) Peserta didik menggunakan media ajar diagram batang pelangi pada mapel matematika materi penyajian data dan analisa data diagram batang. 5) Guru melakukan evaluasi pasca penggunaan media ajar diagram batang peangi. 6) Guru melakukan refleksi hasil penggunaan media ajar diagram batang pelangi. 7) Guru melakukan tindak lanjut hasil evaluasi dan refleksi.
Tujuan Inovasi media ajar diagram batang pelangi : A. Menarik minat belajar dengan mewujudkan suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan bagi peserta didik tentang mapel matematika. B. Mempermudah pemahaman dan pengembangan potensi peserta didik pada materi matematika tentang penyajian dan analisa data diagram batang. C. Mengubah pembelajaran yang berfat abstrak ke pembelajaran yang bersifat kongrit dan dapat di gunakan langsung oleh peserta didik yang mampu memberi pengalaman yang lebih berkesan. D. Upaya relisasi Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab I Pasal 1 menyebutkan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya.
Manfaat dari inovasi media belajar diagram batang pelangi: A. Meningkatkan minat belajar Matematika peserta didik. B. Meningkatkan hasil belajar peserta didik. C. Mempercepat pemahaman materi.
Adanya inovasi diagram batang pelangi maka: A. Menjadi bentuk upaya realilasi guru dalam mewujudkan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab I Pasal 1 . B. Inovasi yang akan dilaksanakan merupakan model memberi pelayanan berbasis non digital dan memanfatkan bahan sederhana. C. Menjadi bentuk upaya guru untuk meningkatkan minat belajar, hasil belajar, dan mempercepat pemahaman materi.