KALBU JOS (Kawal Ibu Hamil Mojosongo)

Di wilayah Kecamatan Mojosongo cakupan resiko tinggi pada ibu hamil masih tinggi, adanya kematian bayi dan anak , serta cakupan ASI eksklusif yang masih rendah . Hal ini mendorong Puskesmas Mojosongo untuk berupaya bersama Lintas Sektor untuk menekan cakupan resiko tinggi pada kehamilan, menekan angka kesakitan ibu dan bayi, meminimalisir kematian ibu, bayi dan anak, percepatan penurunan stunting serta meningkatkan cakupan ASI Eksklusif. Seiring dengan visi Puskesmas Mojosongo yang ingin mewujudkan masyarakat Mojosongo yang sehat dan mandiri serta berpijak pada Misi Puskesmas Mojosongo yaitu memberdayakan masyarakat dalam pembangunan kesehatan, kami akan mengadakan kegiatan Kawal Ibu Mojosongo ( Kalbu Jos ) yaitu mengawal ibu hamil resti dari awal kehamilan sampai bayi lahir usia 6 bulan dengan melatih kader kesehatan sebagai pengawal ibu. Guna menurunkan AKI yang mempunyai kolerasi dengan AKB. Untuk meminimalkan faktor resiko keduanya, ibu hamil dihimbau untuk melakukan pemeriksaan berkala secara rutin dan teratur setiap 4 bulan selama kehamilan. Salah satu cara untuk mencegah stunting menurut rekomendasi WHO dan UNICEF adalah pemberian air susu ibu ( ASI ) bayi baru lahir sampai bayi berumur enam bulan. Kekurangan gizi pada bayi disebabkan karena ASI banyak diganti dengan susu formula dengan cara dan jumlah yang tidak memenuhi kebutuhan.Pertumbuhan dan perkembangan bayi sebagian besar ditentukan oleh jumlah ASI tersebut. Bayi sampai dengan usia enam bulan kebtuhannya bisa dicukupi dari ASI saja, dan ditambahkan dengan Makanan Pendamping ASI mulai usia ^ bulan . Untuk membangun bangsa diperlukan sumber daya manusia yang berkualitas yaitu dengan pemberian ASI dengan maksimal. Untuk mempertahankan kehidupannya bayi memerlukan zat gizi tinggi dan lengkap yang bisa diperoleh di ASI. Kebutuhan tersebut dapat dicukupi dengan cara memberikan ASI eksklusif , dari lahir sampai dengan usia 6 bulan. ASI mengandung zat antibodi yang berasal dari ibu yang hisa memberikan perlindungan dari berbagai penyakit. Bayi yang minum ASI akan jarang sakit bila dibandingkan dengan bayi yang minum susu formula.ASI merupakan formula yang hidup karena komposisi gizinya bisa menyesuaikan secara otomatis sesuai kebutuhan bayi di setiap tahap pertumbuhannya. ASI juga tidak menyebabkan alergi. ASI juga mengandung zat gizi yang digunakan untuk pertumbuhan otak bayi. Uji klinis membuktikan bahwa bayi yang diberikan ASI secara maksimal IQ ( Intelegensia Quotient) lebih tinggi. Melalui proses menyusui bisa meningkatkan hubungan intim antara ibu dan bayi sehingga akan meningkatkan EQ ( Emotional Quotient ) dalam kepercayaan diri dalam bersosialisasi. Maka diperlukanlah motivasi dan penyuluhan kepada ibu hamil, ibu balita dan keluarganya mengenai manfaat ASI , cara menyusui yang benar, komposisi gizi pada ASI. Dengan adanya inovasi tersebut di minta kesehatan ibu hamil dapat terpantau dengan baik.
Meningkatkan derajat kesehatan ibu hamil, bayi dan anak
Menurunkan cakupan resiko tinggi pada kehamilan; Meminimalisir kematian ibu, bayi dan anak; Meningkatkan cakupan ASI Eksklusif di wilayah Mojosongo; Percepatan penurunan stunting
kondisi ibu hamil di wilayah kecamatan mojosongo terpantau oleh kader kesehatan dan bidan