Bidang Penyelenggaraan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) merupakan salah satu bidang yang terdapat pada Dinas Komunikasi dan informatika Boyolali. SPBE merupakan penyelenggaraan pemerintahan yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk memberikan layanan kepada pengguna SPBE.
Berdasarkan Peraturan Bupati Kabupaten Boyolali Nomor 32 Tahun 2021 Tentang Uraian Tugas Jabatan Pada Dinas Komunikasi Dan Informatika Kabupaten Boyolali, salah satu tugas Bidang SPBE adalah menyelenggarakan layanan intranet dan penggunaan akses internet. Sehingga tersedianya jaringan internet pada lingkungan pemerintah Kabupaten Boyolali menjadi tugas dan tanggung jawab dari Bidang SPBE Diskominfo Boyolali.
Dari pengamatan penulis selama bekerja pada Bidang SPBE di Dinas Komunikasi dan Informatika, terdapat isu di lingkup kerja penulis, yaitu salah satunya belum optimalnya pengelolaan jaringan internet untuk lintas OPD Kabupaten Boyolali.
Saat ini penggunaan access point untuk lintas OPD masih belum seragam. Hal tersebut menjadi salah satu kendala yang dihadapi oleh pengelola jaringan internet dalam melakukan monitoring dan maintenance jaringan. Penggunaan access point yang tidak seragam tersebut juga memberikan dampak terhadap bandwidth yang diterima oleh pengguna. Antara satu access point dengan access point lainnya menerima bandwidth yang berbeda walaupun kapasitas bandwidth yang diberikan oleh pihak pengelola jaringan Diskominfo sama. Hal tersebut menjadikan kapasitas bandwidth yang diberikan dari Diskominfo kurang dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pengguna karena terkendala spesifikasi access point yang digunakan oleh pengguna. Seiring perkembangan teknologi sekarang, access point terkini dapat dimonitoring melalui sistem cloud atau dapat dipantau secara online. Namun bagi pengguna yang belum memakai access point yang support untuk cloud menjadikan pihak pengelola tidak dapat memantau jaringan internet pengguna secara online. Sebagai contoh saat terdapat laporan dari lintas OPD mengenai internet ditempat mereka mati dan access point yang mereka gunakan belum yang support untuk cloud, maka teknisi jaringan akan mengecek ke lokasi berdasarkan laporan tersebut. Saat tiba dilokasi ternyata hanya saklar powernya belum dinyalakan sehingga access point tidak menyala. Hal tersebut dapat dihindari apabila access point pengguna dapat dipantau secara online.
Tujuan Inovasi Optimalisasi Pengelolaan Jaringan Internet Dengan Assessment Jaringan dan Standarisasi Acess Point Untuk Lintas OPD Kabupaten Boyolali :
1. Untuk mempermudah teknisi jaringan dalam memantau jaringan internet di semua OPD Kabupaten Boyolali.
2. Mempermudah teknisi jaringan dalam melakukan maintenance jaringan internet
3. Memberikan layanan jaringan internet yang optimal untuk semua OPD Kabupaten Boyolali
Manfaat Inovasi Optimalisasi Pengelolaan Jaringan Internet Dengan Assessment Jaringan dan Standarisasi Acess Point Untuk Lintas OPD Kabupaten Boyolali :
1. Teknisi jaringan lebih mudah dalam melakukan pemantauan jaringan internet di semua OPD Kabupaten Boyolali
2. Teknisi jaringan lebih mudah melakukan maintenance jaringan internet
3. Pengguna jaringan di setiap OPD Kabupaten Boyolali memperoleh bandwidth internet yang optimal
Adanya inovasi Optimalisasi Pengelolaan Jaringan Internet Dengan Assessment Jaringan dan Standarisasi Acess Point Untuk Lintas OPD Kabupaten Boyolali, memberikan kemudahan bagi teknisi jaringan dalam melakukan pengelolaan jaringan internet.
A. Pengelolaan jaringan internet lebih efektif karena access point yang digunakan seragam dan dapat dipantau secara online.
B. Bandwith yang disediakan dari diskominfo dapat digunakan secara optimal.
C. Penanganan jaringan/maintenace jaringan dapat dilakukan lebih mudah.
D. Kualitas jaringan internet di setiap OPD dapat diketahui dengan assessment jaringan, sehingga meminimalisir gangguan jaringan internet.