Desa Siaga Kibbla adalah inovasi yang berupaya dalam mengendalikan kematian ibu bayi dan stunting di Kabupaten Boyolali. berbagai upaya dalam menurunkan AKI, AKB,Stunting telah dilaksanakan sejak tahun 2017. Diantaranya dengan penataan
SDM Kesehatan di seluruh desa, Peningkatan mutu layanan pada fasilitas pelayanan kesehatan primer dan rujukan serta optimalisasi sistem rujukan. Tahun 2021 Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali mulai berfokus pada upaya pemberdayaan masyarakat dengan mengemas berbagai kegiatan yang berbasis Desa Siaga.
Pelaksanaan program kerja sama Pemerintah Kabupaten Boyolali dengan USAID MADANI menyasar kepada 3 tingkatan. Ketiganya meliputi kapasitas OMS (LKTS dan FORMMAD), pemangku kepentingan di desa intervensi (terdiri dari Pemerintah Desa dan Tim Desa Siaga KIBBLA) dan Pemerintah
Kabupaten Boyolali. Oleh karena itu, perkembangan atau hasil kerja sama yang akan dilaporkan terkait dengan perubahan-perubahan yang terjadi di ketiga aras tersebut.
Perkembangan atau hasil kerja sama di tahun 2022 boleh dikatakan “puncak” pencapaian program. Keberhasilan besar dalam konteks programatik, dicapai pada periode ini. Beberapa keberhasilan itu dapat disampaikan di sini, misalnya, kemampuan OMS (yang tergabung dalam Forum Masyarakat ) menyusun rekomendasi kebijakan (policy brief) serta menyampaikannya kepada pemerintah kabupaten. Para pemangku kepentingan di desa juga telah mampu menyusun analisis sosial wilayahnya masing-masing. Dokumen analisis sosial ini terkait erat dengan potret dan potensi desa terkait dengan kondisi KIBBLA di desanya.
Pada level pemerintah, Pemerintah Kabupaten Boyolali mengeluarkan dua (2) kebijakan penting. Keduanya meliputi Surat Keputusan Bupati Boyolali Nomor 050/417 Tahun 2022 tentang Penetapan Desa Siaga Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir Dalam Rangka Meningkatkan Kepedulian dan Partisipasi Warga Pada Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir dan Menurunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi Kabupaten Boyolali. Satu kebijakan lagi berupa Surat Edaran Bupati Boyolali Nomor 450/2709.5.1/2022 tentang Pembentukan Desa Siaga Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir dalam Rangka Meningkatkan Partisipasi Warga dan Kepedulian Warga Menurunkan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi di Kabupaten Boyolali.
Kedua kebijakan itu menjadi dasar pengembangan pelaksanaan program di tingkat desa. Program
yang dikembangkan, sebagaimana disebut dalam SK dan SE Bupati, adalah partisipasi warga dalam bentuk Tim Desa Siaga KIBBLA. Tim ini bertugas melakukan pendataan, pemantauan dan pendampingan pada ibu hamil, nifas dan menyusui di desanya. Kegiatan ini dalam rangka menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Sampai dengan akhir tahun 2022, pengembangan program melalui pembentukan Tim Desa/Kelurahan Siaga KIBBLA telah dilakukan 135 desa/kelurahan. Pembentukan tim itu disahkan dengan Surat Keputusan (SK) Kepala Desa/Lurah di setiap desa/kelurahan tersebut.
Di sisi lain, Puskesmas sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama di wilayah intervensi, telah melakukan Akuntabilitas Sosial pelayanan KIBBLA. Kegiatan ini dilaksanakan melalui mekanisme Kartu Penilaian Warga (community score card). Mekanisme dilakukan melalui FGD 3 tahap. Tahap pertama FGD bersama warga dua desa intervensi sebagai penerima layanan. FGD kedua dengan pemberi layanan atau pemberi layanan di Puskesmas. Tahap terakhir adalah FGD dengan kedua
belah pihak, untuk menyusun rekomendasi perbaikan pelayanan KIBBLA. Dari kegiatan ini disusunlah JANJI LAYANAN Puskesmas Gladagsari untuk Perbaikan Pelayanan KIBBLA.
Penurunan AKI, AKB, Stunting
Masyarakat mengenali masalah kesehatan ibu dan mampu menyelesaikan nya
Penurunan AKI, AKB, Stunting